WELCOME to putradaribunda On Line

Terima kasih telah mengunjungi BLOG ini. Blog ini berisikan informasi yang sifatnya membangun dan jauh dari hal-hal berbau pornografi, karena blog ini mempunyai konsep edukasi.

About Me

Contact, personal information, education background, organizational background, working experiences, job skill, computer skill, hobbies.

Tampilkan postingan dengan label Divergen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Divergen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2011

Pergerakan Pembentukan Gunung Api Bawah Laut

Arus konveksi yang terjadi pada lapisan astenosfer tetap berlangsung dari waktu ke waktu. Hal ini menyebabkan pergerakan lempeng terus berlangsung. Pada daerah pemekaran lantai dasar samudera, arah pergerakan lempeng semakin menjauh dari zona divergen.

Dijelaskan bahwa gunung api yang pada mulanya terbentuk pada daerah pemekaran lantai dasar samudera mengalami pergerakan menjauhi zona divergen mengikuti pergerakan lempeng yang menjauhi zona divergen. Hingga pada suatu saat, gunung api akan sampai pada daerah zona konvergen dan akan hilang akibat tumbukan antara dua lempeng yang saling bertumbukan (zona konvergen).

Gunung api bawah laut yang keberadaannya lebih dekat dengan zona divergen mempunyai umur yan lebih muda daripada gunung api bawah laut yang keberadaanya lebih jauh dari zona divergen. Hal ini dikarenakan gunung api bawah laut yang jaraknya lebih jauh dari zona divergen terbentuk lebih dahulu daripada gunung api yang jaraknya lebih dekat dari zona divergen.

Ilustrasi pergerakan gunung api bawah laut

Genesa Pembentukan Gunung Api Bawah Laut

Akibat adanya arus konveksi yang terjadi pada lapisan astenosfer, menyebabkan kerak bumi (crust) mengalami pergerakan. Ada yang mengalami pergerakan konvergen, divergen, dan transform plate boundary.

Pergerakan lempeng samudera (mid-ocean ridges).

Gunung api bawah laut terbentuk pada pada daerah “Pemekaran Kerak Samudera (zona divergen). Karena adanya arus konveksi yang berlawanan (saling bertolak belakang), menyebabkan kedua lempeng semakin menjauh. Pada proses ini menyebabkan zona pemekaran menjadi tipis. Hal ini menyebabkan cairan pijar (magma) dari lapisan astenosfer menembus dan menerobos kerak melalui zona yang tipis. Karena pengaruh pendinginan secara tiba-tiba akibat temperatur yang sangat berbeda, menyebabkan magma ini membeku secara tiba-tiba dan membentuk gugusan gunung api bawah laut yang masih aktif. Pada umumnya pada daerah gugusan gunung api bawah laut dijumpai lava bantal akibat pembekuan yang secara tiba-tiba kontak dengan air. Pada umumnya, gunung api yang terbentuk pada zona ini mempunyai ukuran yang cukup besar. Pembentukan gugusan gunung api bawah laut berada pada sepanjang daerah pemekaran lantai dasar samudera).

Lava bantal yang merupakan hasil proses pembekuan magma secara tiba-tiba akibat kontak dengan air.

Ilustrasi gugusan gunung api bawah laut di sepanjang zona pemekaran lantai dasar samudera (zona divergen).

Pengontrol Pembentukan Gunung Api

Persebaran gunung api di dunia ini mencapai ribuan baik gunung api permukaan maupun gunung api bawah laut. Pembentukan gunung api dikontrol oleh tektonik lempeng, dimana pada zona ini banyak dijumpai gunung api yang masih aktif.

Rekontruksi teori lempeng (theory of plate tectonics).

Mulanya, pada zaman perm, sekitar 225 juta tahun yang lalu terdapat benua besar atau super continental, yaitu Pangea dan dan samudera yang masih luas yang disebut Panthalassa. Pada saat itu, benua dan samudera masih bersatu dan menunjukkan paparan yang masih luas. Pada zaman trias, sekitar 150 juta tahun yang lalu, pangea mulai mengalami pemecahan yang memebentuk dan membentuk laurasia dan gondwana island. Pemecahan ini berlanjut secara terus menerus hingga terbentuk lempeng-lempeng yang kita kenal sekarang. Pada zaman sekarang (recent), kita kenal ada 5 benua besar yaitu Benua Asia, Benua Eropa, Benua Amerika, Benua Afrika, Benua Australia Dan Benua Antartika.

Bagian-bagian dari lempeng utama (lempeng tektonik).

Sedangkan lempeng didunia terpecah menjadi beberapa bagian. Lempeng lempeng inilah yang mengontrol pembentukan gunung api di dunia, selain lempeng-lempeng kecil. Gunung api banyak dijumpai di sekitar zona pertemuan lempeng. Ada dua jenis pergerakan lempeng yang dapat menghasilkan gugusan gunung api, yaitu zona subduksi (konvergen) dan zona pemekaran (divergen).

Pergerakan lempeng akibat adanya pengaruh arus konveksi yang berasal dari lapisan astenosfer

Zona subduksi terjadi apabila terjadi pergerakan lempeng yang saling mendekat (bertumbukan), dimana yang tertunjam atau yang masuk ke bawah merupakan kerak yang mempunyai sifat yang lebih basa. Lempeng kerak samudera (oceanic crust) menunjam memasuki lempeng kerak benua (continental crust) pada zona konvergen yang menghasilkan busur gunung api permukaan. Sebagian besar gunung api permukaan mempunyai jenis magma mulai dari intermediet sampai asam. Contoh gunung api permukaan antara lain Gunung Semeru, Gunung Merapi, Gunung Kelud.

Sedangkan zona pemekaran lantai dasar samudera terjadi pada lempeng oceanik yang saling bergerak menjauh (zona divergen). Pergerakan lempeng ini terjadi karena adanya arus panas (arus konvekasi) yang terjadi pada lapisan astenosfer. Karena akibat adanya pemekaran kerak samudera, mengakibatkan adanya penipisan kerak yang menyebabkan magma menerobos ke permukaan dan membeku secara tiba-tiba dan membentuk busur pegunungan lantai samudera. Pada zona pemekaran, baik magma maupun batuan penyusun kerak mempunyai sifat basa sampai ultrabasa. Contoh gunung api bawah laut antara lain gunung api yang berada di daerah hawai.

Zona transform plate boundary merupakan pergeseran horisontal lempeng. Zona ini biasa disebut sebagai sesar geser. Transform plate boundary bisa terjadi baik di lempeng samudera maupun lempeng benua.

Pergerakan lempeng masing-masing mempunyai kecepatan yang berbeda-beda. Sebagai contoh saja, pada daerah Indonesia Barat, kecepatan rata-rata pergerakan lempeng sekitar 7 cm per tahun, sedangkan pada daerah Indonesia Timur sekitar 11 cm per tahun.