WELCOME to putradaribunda On Line

Terima kasih telah mengunjungi BLOG ini. Blog ini berisikan informasi yang sifatnya membangun dan jauh dari hal-hal berbau pornografi, karena blog ini mempunyai konsep edukasi.

About Me

Contact, personal information, education background, organizational background, working experiences, job skill, computer skill, hobbies.

Tampilkan postingan dengan label Ilmu Boemi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Boemi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juli 2015

Merubah Sistem Proyeksi Geodetik menjadi UTM menggunakan ArcToolBox di ArcGIS 9.3 Download Tutorial / Belajar ArcGIS

Menyambung tutorial sebelumnya, trus gimana caranya buat merubah sistem proyeksi dari geodetik menuju UTM dan sebaliknya. Gampang saja sih. Gunakan ArcToolBox dan masalah beres.
Oke, mari kita melakukan experiment. Siapkan terlebih dahulu shapefile yang memiliki sistem proyeksi Geodetik. Masukkan dalam Table Of Content.
Buka ArcToolBox
Selanjutnya masuk ke “Data Management Tools => Projectionsand Transformation”
Pada bagian ini kita pilih “Feature => Project”
Input Dataset or Feature Class isikan dengan shapefile yang akan diconvert sistem proyeksinya. Pilih shapefile dengan cara dropbox data dan pilih yang akan diconvert.
Input Dataset or Feature Class merupakan tempat (directory) penyimpanan. Secara defaul berada ditempat yang sama dengan tempat shapefile yang akan diconvert. Namun tempatnya bisa dipindahkan atau rename dengan cara browse
Output Coordinate System isikan dengan proyeksi yang akan dimasukkan dengan cara click pada tombol yang telah diberi tanda. Pilihlah sistem proyeksi berdasarkan lokasi daerah anda berada. Untuk langkah pengisian sistem proyeksi dapat dilihat pada (Tutorial Membuat Shapefile Point, Polyline, Dan Polygon baru pada ArcGIS 9.3 Download Tutorial / Belajar ArcGIS)
OK…

Selesai proses convert dari sistem proyeksi Geodetik menjadi UTM. 

Mengetahui Sistem Proyeksi Shapefile ArcGIS 9.3 Download Tutorial / Belajar ArcGIS

Kopi… Mana Kopi… Yaa… Ada kopi hitam lagi… uyeeee…
Lanjut dengan shared tulisan lagi. Saya ingat itu terkadang penulisan database shapefile saya bikin asal saja, apalagi klo waktu saya membuat peta mendekati waktu subuh. Mata serasa udah mau lenket. Kembali lagi, saya dipusingkan dengan proyeksi koordinat yang saya buat di shapefile.
Sepintas saya berfikir mungkin teman-teman juga terkadang terkendala dengan masalah yang sama, karna kebiasaan kita membuat proyeksi geodetik atau UTM, atau ada permasalahan shapefile tidak saling overlay sehingga perlu pemeriksaan terhadap sistem proyeksi shapefile yang telah dibuat.
v  Langkah pertama, masuk ke dalam propertis shapefile seperti pada gambar. Click kanan list shapefile pada Table Of Content.
v  Langkah kedua, apabila terlah terbuka propertisnya, pilih tab “Source”. Maka akan nampak sistem proyeksi shapefiles tersebut.
Contoh gambar dibawah ini menunjukkan bahwa shapefiles menggunakan proyeksi geodetik dengan menggunakan datum WGS’84.
Contoh gambar dibawah ini menunjukkan bahwa shapefiles menggunakan proyeksi UTM Zona 49 Southern dengan menggunakan datum WGS’84.

Melakukan Editing / Perbaikan Point, Polyline, Dan Polygon pada ArcGis 9.3 Download Tutorial / Belajar ArcGIS

Menulis sedikit tutorial untuk di shared sambil meminum kopi sungguh mengasikkan. Bersama list musik reggae di playlist Jet Audio. Teman-teman sudah melakukan digitasi, namun masalah nya ternyata saat sudah pada posisi yang cukup banyak, ternyata terdapat kesalahan dan kita perlu mengubah data digitasi. Tidak perlu khawatir, teman-teman tidak perlu untuk mengulang digitasi dari awal, namun cukup dengan melakukan “editing” digitasi yang telah dibuat.
v  Langkah awal nya adalah start editing pada toolbar “Editor”.
v  Selanjut lakukan langkah untuk melanjutkan editing shapefiles. Ada dua cara untuk melakukan memulai “editing” shapefile yang telah dibuat.
·         Dengan cara men-click sebanyak 2 kali (double click) shapefile yang akan dilakukan perubahan.
·         Dengan mengubah task menjadi “Modify Feature”. Selanjutnya pilih (click) shapefile yang adak dilakukan editing.
v  Selanjutnya lakukan perubahan pada “vertex”. Geser sesuai dengan kebutuhan untuk perubahan.
v  Apabila telah selesai melakukan editing, ingat untuk menyimpan shapefile agar proses editing tersimpan.

Sudah selesai nulis satu tutorial… sekarang waktu nya barsahabat bersama bantal, guling, dan kasur.

Kamis, 23 Juli 2015

Melakukan Digitasi Point, Polyline, Dan Polygon pada ArcGIS 9.3 Download Tutorial / Belajar ArcGIS

Untuk tutorial kali ini saya ingin shared mengenai Digitasi ArcGIS. Untuk melakukan digitasi pada dasarnya sangat mudah. Namun akan lebih mudah kembali apabila kita mengetahui masing-masing fungsi pada toolbar “Editor” pada arcgis. Saya akan share sedikit yang saya tahu untuk memudahkan dalam melakukan digitasi pada ArcGIS.
Pada dasarnya, saya lebih menyukai apabila sistem proyeksi koordinat yang menggunakan UTM. Hal ini saya rasa nilai koreksi nya lebih akurat.
·         Untuk memulai melakukan editing, click “Editing” pada toolbar editor, selanjutnya mulai dengan “Start Editing”.
·         Gunakan saja “sketch tool” yang bergambar pensil. 
·         Pada Task, pilih saja “Create New Feature”.
·         Target, pilih shapefile yang akan dilakukan digitasi. Biasa nya, pada bagian ini yang kurang dilakukan perhatian sehingga biasa nya antara yang dilakukan digitasi dengan yang direncanakan berbeda.
·         Lakukan digitasi berdasarkan basemap sesuaikan berdasarkan feature yang akan dibuat. Untuk memudahkan, anda dapat membaca juga tautan ini (Trik Shortcut digitasi padaArcGIS 9.3 Download Tutorial / Belajar ArcGIS).
·         Apabila telah selesai melakukan digitasi, jangan lupa menyimpan terlebih dahulu. Ada 2 cara dalam menyimpan shapefile. Pertama yaitu menyimpan saja dan kemudian melanjutkan proses digitasi, click “Editor”, selanjutnya click “Save Edits”. Cara kedua dengan menyimpan sekaligus mengakhiri kerja digitasi, click “Editor”, selanjutnya click “Stop Editing”. Pada saat muncul notifikasi, pilih “save”
Oke, sekian saja cara untuk melakukan digitasi pada ArcGIS 9.3. Singkat saja kan tutorial nya. Hiiii…..

Memasukkan Shapefile Ke Dalam ArcGIS 9.3 Download Tutorial / Belajar ArcGIS

Melanjutkan tutorial sebelumnya “Membuat Shapefile Point,Polyline, Dan Polygon baru pada ArcGIS 9.3”, langkah selanjutnya adalah memasukkan shapefile yang telah dibuat ke dalam lembar kerja ArcGIS 9.3. Nah, bagaimana cara memasukkan nya…??? Mudah saja.
Saya memiliki 3 cara untuk memudahan dalam memasukkan data shapefile ke dalam lembar ArcGIS 9.3. Cara ini antara lain sebagai berikut.
Cara pertama, buka terlebih dahulu “add data” pada toolbar nya. Baru tuju directory penyimpanan data nya.
Cara kedua, langsung dari ArcCatalog, drag masuk file tersebut ke dalam lembar kerja ArcGIS 9.3
Cara ketiga, masuk kedalam folder penyimpanan. Cari file *.shp yang ingin dimasukkan. Perlu diingat kembali, file extension *.shp. Untuk memudahkan, sortir berdasarkan jenis file mengingat file yang dihasilkan oleh shapefile ada beberapa macam.
Demikian ketiga cara yang biasa saya gunakan. Namun yang paling sering saya gunakan yaitu cara kedua dan cara ketiga. Tapi saya kembalikan kepada pembaca, mana yang dianggap paling mudah dan simpel.

Trik Shortcut digitasi pada ArcGIS 9.3 Download Tutorial / Belajar ArcGIS

Digitasi pada ArcGIS (Melakukan Digitasi Point, Polyline, Dan Polygon pada ArcGIS 9.3 Download Tutorial / Belajar ArcGIS) sebenarnya cukup mudah. Apalagi apabila basemap terlihat jelas, tinggal mengikuti saja. Namun bagaimana apabila digitasi tidak berdasarkan jarak atau sudut lintasan. Misalnya kita membuat dari titik A membuat garis berjarak 250 meter dengan sudut azimute N600E. Tentunya akan sedikit menyulitkan kan. Sebenarnya ArcGIS telah memberikan fasilitas ini, namun terkadang karena jarang dipergunakan, sehingga hal ini terlupakan dan dianggap tidak ada.
Untuk memudahkan, saya biasa menggunakan sistem proyeksi UTM. Hal ini dikarenakan satuan unit yang digunakan proyeksi ini adalah meter. Sehingga akan sangat memudahkan apabila kita berada pada kondisi ini.
Saya akan sedikit shared Shortcut yang dapat memudahkan dan cukup membantu kinerja anda. Namun yang perlu diketahui, secara defaul sistem arah perputaran yang digunakan adalah Berlawanan arah jarum jam (CCW).
v  CTRL+A  : Untuk memasukkan sudut. Sudut 00 berarti Barat-Timur, sedangkan 900 berarti Utara – Selatan.
v  CTRL+F   : Untuk memasukkan sudut. Namun bedanya, pada shortcut ini merupakan sudut dari arah sebelumnya.
v  CTRL+L   : Untuk memasukkan jarak terhadap posisi terakhir. Satuan yang digunakan untuk sistem proyeksi UTM adalah meter sedangkan untuk satuan geodetik adalah degree (0).
v  F6            : Untuk memasukkan koordinat Bujur (X) kolom bagian depan dan Lintang (Y) kolom bagian belakang.
v  CTRL+D  : Untuk memasukkan pergeseran dari titik sebelumnya. Pergeseran nilai koordinat Bujur (X) kolom bagian depan dan Lintang (Y) kolom bagian belakang. Nilai berdasarkan diagram cartesius. Nilai minus apabila pergeseran ke arah barat (bujur) dan selatan (lintang).
v  CTRL+G  : Untuk memasukkan nilai sudut (kolom bagian depan) dan jarak (kolom bagian belakang).
v  F2            : Untuk mengakhiri proses digitasi (finished)
v  CTRL+DELETE        : Menghapus feature yang sedang dibuat.
Sekian beberapa tisp penggunaan shortcut pada ArcGIS dan semoga bisa membantu dalam proses digitasi.

Membuat Shapefile Point, Polyline, Dan Polygon baru pada ArcGIS 9.3 Download Tutorial / Belajar ArcGIS

Salam batu…
Sebelum nya saya ingin me-refresh kembali tutorial ArcGIS 9.3. Pada tulisan sebelum nya sudah saya bahas mengenai management shapefiles dengan menggunakan bantuan ArcToolsBox maupun bantuan Xtools. Namun pada tulisan kali ini saya akan memulai kembali pada awal dalam penggunaan ArcGIS 9.3.
Pada tulisan ini, saya akan menuliskan tentang langkah-langkah membuat shapefiles ArcGIS melalui ArcCatalog.

Pada langkah awal, click tombol ArcCatalog pada taksbar (ditunjukkan no 1), sehingga muncul windows baru yaitu ArcCatalog. ArcCatalog digunakan untuk memanagement data ArcGIS.
Pada langkah kedua, click kanan pada halaman ArcCatalog pilih New => Shapefile. Selanjutnya akan muncul tampilan sebagai berikut.

Pada halaman no 3, Name isikan dengan “Shapefile” yang akan dibuat, misalnya “Jalan”. Pada feature type,ada beberapa pilihan antara lain point (titik), polyline (garis), dan polygon (poligon). Ketiga ini yang paling sering untuk digunakan. Selanjutnya click edit untuk menetukan sistem proyeksi yang akan digunakan.
Setelah di-click “Edit”, maka akan muncul tampilan. Saya biasa menggunakan 2 pilihan, yaitu antara “Select” atau “Import”. Umumnya “Select” saya gunakan apabila menentukan sisem proyeksi awal. Sedangkan “Import” saya gunakan saya ingin menggunakan sistem proyeksi yang sama dengan shapefile lain. Namun pada tutorial ini saya akan lanjutkan dengan langkah pilihan “Select”.
Maka selanjutnya akan masuk pada tampilan ke 5. Ada 2 pilihan, antara lain apakah mau menggunakan sistem proyeksi Geodetik atau menggunakan proyeksi UTM.
·         Untuk pilihan proyeksi Geodetik, pilih “Geographic Coordinate Systems” => World => WGS 1984
·         Untuk pilihan proyeksi UTM, pilih “Projected Coordinate Systems” => UTM => WGS 1984 => baru pilih sesuai zona lokasi setempat.
Tekan “OK” dan proses pembuatan shapefile telah selesai.
Dan sekarang anda siap untuk melakukan digitasi sesuai kebutuhan. SUKSES ya…!!!
Untuk peta Zona UTM seluruh indonesia dapat di download pada link di bawah ini. Peta dalam bentuk GeoTif (*.tif) dimana peta ini telah memiliki informasi geographic.

Sabtu, 01 November 2014

Download Tutorial ArcGIS: Membuat Shapefile POLYGON dari polyline dengan menggunakan fasilitas fitur Arctoolsbox yang dimiliki ArcGIS 9.3


Maaf nie udah lama gak nongol di dumay… Maklumlah, karna kesibukan kemaren yang terhitung padat jadi gk sempet nulis. Na, sekarang saya sempatkan untuk menulis tips seputaran ArcGIS 9.3x. Sebenarnya tujuan nya saya mau merefresh kembali apa yang pernah saya pelajari dulu. Yah, sekalian shering sama temen-temen kost sama untuk penggunaan beberapa software.
Oke… Kali ini saya mulai refresh kembali masalah penggunaan software ArcGIS. Sebenarnya saya sedikit lupa dalam menggunakan beberapa tools nya. Sambil samar-samar sambil meraba-raba ya akhir nya di coba saja… Saya lompati masalah digitasi dan registrasi karena sudah ada kan turorial untuk melakukan registrasi (georeference). Salah tak mengapa... hii… Tinggal tinggalin pesan untuk saling mengingatkan…
Pada dasarnya, sebelum melakukan kerja peta menggunakan software ArcGIS 9.3, terlebih dahulu harus memahami mengenai file-file yang digunakan dalam software ini. Hal itu bias anda pelajari sendiri dengan media Om GOOGLE yang baik sekali manunjukkan referensi-refernsi yang kita butuhkan. Ini mungkin sekedar referensi informasi saja… heee… Karna Otodidak mania juga dalam mempelajari ArcGIS dan dibantu beberapa suhu-master kk senior dulu.
Saya akan membagi trik bagaimana membuat suatu polygon pada arcGIS 9.3x. Trik ini sebenarnya biasa saja, tp sangat membantu dalam melakukan digitasi.. Kenapa..? Dengan menggunakan metode ini setiap polygon yg kita buat akan saling berhimpit dan akan terhindar polygon yang saling berimpit. Sehingga apabila kita ingin ukur luasan tiap polygon tidak akan ada overlay sehingga ukuran luasan tidak melebihi batas semestinya.
Oke, kita mulai saja praktikkan trik ini.

Kita akan membuat batas formasi seperti pada gambar diatas. Pertama munculkan shapefile batas peta pada table of contents.
Selanjutnya buat shepefile polyline di ArcCatalog. Shapefile ini yang akan dibuat sebagai pembatas antar polygon yang akan dibuat.
Lakukan digitasi menggunakan garis dari setiap batasan polygon. Hal yang perlu diingat, garis yang dibuat harus melewati garis pembatas. Sebagai contoh seperti gambar di bawah ini.

Buka ArcToolBox

ArcToolBox => Data Managemant Tools => Features => Feature To Polygon

Pada Input Features, masukan batas polygon yang akan dibuat. Misalnya kita buat batas peta sebagai batas terluar dan batas polygon untuk membatasi batas masing-masing polygon.
Pada Output Features Class, Browse pada directory tempat file di simpan.
“OK”.

Sudah terbuat file polygon yang telah terpotong-potong sesuai batas berdasarkan polyline yang telah kita buat. Polyline yang dihasilkan dipastikan berhimpit tanpa ada


Minggu, 09 Januari 2011

Download Tutorial ArcGIS: CONVERT SISTEM KOORDINAT GEODETIK MENJADI UTM MENGGUNAKAN ArcToolBox

Salam Boemi Indonesia...

Kali ini kita mencoba untuk merubah system koordinat dari geodetic menjadi UTM ataupun sebaliknya pada ArcGIS, namun kita akan mencoba merubah dari geodetic menjadi UTM.  Kita akan menggunakan “ArcCatalog” untuk merubah system ini.

Siiippppp…….

Go to “TKP”=…..

Sekarang buka terlebih dulu ArcMap. Jangan lupa juga aktifkan ArcCatalog. Udah??? Sekarang masukkan shapefile yang akan di rubah menjadi UTM. Sesuai rencana di atas, kita rubah daru geodetic menjadi UTM. Kali ini contoh shapefile udah mempunyai system geodetic.

Langkah pertama, buka ArcCatalog, selanjutnya pilih “data management tool => projections and transformations => define projection”


(gb.1)

klik 2 kali, maka akan muncul seperti berikut.


(gb.2)

Masukkan shapefile yang akan di rubah menjadi system UTM pada “Input Dataset or Feature Class”, lalu tekan icon seperti di tunjuk di atas untuk memasukkan system. Maka selanjutnya akan muncul seperti ini.

(gb.3)

Pilih “select”, maka muncul “Browse for Coordinate system”.

Selanjutnya pilih “project coordinate systems => UTM => dan selanjutnya kita sesuaikan dengan dengan posisi UTM kita berada”

Kali ini saya menggunakan system UTM “UTM Zone 50 S”, karena kebetulan saya berada di kota Makassar.

Selanjutnya tekan “add”. Maka akan kembali ke tampilan “spatial reference properties”. Tekan aja “OK” dan anda akan kembali ke tampilan “define projection”.

Setelah itu, tekan untuk melakukan proses.

Udah selesai deh…  sekarang system shapefile anda udah berubah menjadi system UTM…

ni tambahan... peta pembagian zona di indonesia





Sabtu, 03 April 2010

ILMU GEOLOGI dan CABANG ILMU yang berkaitan

Studi geologi adalah suatu studi yang sangat kompleks dan sangat bervariasi. Namun demikian sangat menarik dan menyenangkan bagi para ahli geologi. Setiap persoalan yang timbul di alam dapat diselesaikan atau diterangkan dari berbagai aspek pendekatan, yaitu dari aspek mana persoalan tersebut ditinjau. Berhubung dengan itu maka para ahli geologi perlu dibekali dengan berbagai ilmu pengetahuan dasar yang kuat terutama ilmu kimia, ilmu fisika, ilmu matematika, pengetahuan teknik, metoda-metoda baru, analisis data dan teori-teori yang diperlukan.

Dengan bantuan ilmu pengetahuan dasar dan ilmu teknik tersebut seorang ahli geologi harus dapat memikirkan dan menganalisa sesuatu persoalan yang terjadi di alam yang selanjutnya harus dapat merumuskan hasil pemikirannya dalam suatu bentuk interpretasi yang cukup beralasan dan logis. Sebagai contoh, terjadi ledakan (letusan) gunung berapi yang dahsyat. Hal ini disebabkan adanya proses kimiawi tertentu dari magma dan adanya perubahan fisika dari kerak bumi sehingga menimbulkan tekanan dan gaya yang dahsyat di suatu tempat. Peristiwa ini dapat diselidiki dengan mempergunakan serangkaian ilmu-ilmu kimia, fisika dan matematika, yang selanjutnya dengan mempergunakan metoda dan teknik tertentu seorang ahli geologi dapat memperkirakan atau meramalkan tentang terjadinya ledakan gunung api tersebut. Dan berdasarkan statistik dari hasil-hasil analisa dan interpretasi tadi, seorang ahli geologi (ahli volcanologi) selanjutnya akan dapat meramalkan, kapan, dan dalam kondisi apa suatu gunung berapi akan meletus. Dan bahkan dengan pertolongan ilmu matematika dapat diperhitungkan kedahsyatan dari suatu ledakan yang akan dating, dan dapat diramalkan besar kecilnya bahaya yang mungkin timbul.

Masih banyak contoh-contoh lain yang sangat penting dalam mengaplikasikan ilmu dasar tadi di dalam imu geologi seperti : pencaria jebakan mineral, penambangan suatu bahan galian, mencari dan memproduksi minyak dan gas bumi, pembuatan terowongan, pembuatan bendungan besar, pemilihan tempat jalan, jembatan, pemilihan tempat industri besar bahkan pembuatan masterplan perkotaan, dan lain sebagainya. Dari contoh ini nampak aplikasi ilmu pengetahuan geologi dengan pembekalan ilmu pengetahuan dasar yang mendalam akan sangat luas dan mempunyai lapangan penyelidikan yang tidak terbatas.

Dalam penjurusan observasi ilmu geologi sesuai dengan aplikasi dan objek penyelidikannya dikenal beberapa dari ilmu geologi, yaitu :



  1. Geologi Fisik (physical geology) yang juga disebut geologi dinamik (dynamical geology) terarah dan terkonsentrasi pada penyelidikan proses fisika (physical process) yaitu gerakan dan gaya yang berlangsung di atas dan di bawah bumi, dan proses pembentukan batuan pembentuk kulit bumi termasuk komposisi, struktur dan gaya yang membentuk paparan atau landscape, gunung-gunung dan pegunungan seperti yang kita lihat sekarang.

  2. Mineralogy (mineralogy) ialah ilmu geologi yang mempelajari tentang mineral, yang dipelajari terutama tentang fisiknya, komposisi kimianya, bentuk dan sifat hablur, perubahan-perubahannya dan cara terjadinya (genesa).

  3. Petrologi (petrology) ialah ilmu geologi yang mempelajari tentang batuan. Pembelajaran ditekankan kepada komposisi (kimiawi dan komposisi mineralogy), sifat batuan (fisika dan sifat kimia), proses terjadinya batuan, asal usulnya dan sejarah pembentukannya.

  4. Geodesi (geodesy) ialah ilmu geologi yang mempelajari relief muka bumi (topografi) dengan cara mengadakan pengukuran-pengukuran sehingga dapat diketahui bentuk dan ukuran bumi ataupun bahagian kulit bumi. Dengan teknik-teknik modern pelaksanaan pekerjaan ini telah dilakukan dengan pemotretan dari udara (hasil pemotretan disebut fotoudara) dan bahkan sekarang dengan perantaraan satelit yang hasilnya disebut SLAR.

  5. Geologi Struktur (structural geology) ialah ilmu geologi yang mempelajari struktur batuan (makro maupun mikro yang terlihat dipermukaan bumi) dalam hubungan dengan gaya yang membentuknya. Dari pemelajaran ini diberikan interpretasi tentang keadaan ataupun perkembangan struktur tersebut kebagian dalam dari kulit bumi, proses pembentukan struktur tersebut termasuk arah dan besar gaya yang menyebabkannya. Pemelajaran yang lebih mendalam saat ini dilakukan atas bantuan data-data geofisika antara lain data seismic, data gravity dan data magnetic. Hal ini disebabkan data geofisika dapat merekam lebih dalam dan menghasilkan keadaan struktur yang lebih jauh di dalam kulit bumi.

  6. Geomorfologi (geomorphology = the study of land forms) merupakan cabang ilmu geologi yang mempelajari bentuk daratan muka bumi. Pemelajaran ini sangat erat hubungannya dengan perbatuan (petrology), struktur (structural-geology) dan iklim suatu daerah (climatology). Sehubungan dengan itu hasil observasi dan interpretasi sangat dikaitkan dengan sifat-sifat yang dapat direfleksikan oleh perbuatan ataupun struktur dalam hubungannya dengan pelapukan dan erosi.

  7. Geologi Sejarah (historical geology) merupakan cabang geologi yang mempelajari sejarah kejadian-kejadian di bumi. Pemelajaran terutama didasarkan kepada catatan/pertanda yang pernah terjadi merupakan data alami. Pengetahuan ini sangat erat dengan ilmu Paleontologi, meliputi sejarah sedimentasi dan sejarah tektonik.

  8. Paleontologi (paleontology) ialah cabang ilmu geologi yang mempelajari peninggalan/sisa penghidupan masa lampau baik yang berasal dari hewan ataupun tumbuhan yang terdapat di dalam batuan, dan bukti perkembangan yang berangsur dari penghidupan sepanjang era atau kurun waktu geologi (eras of geology time).

  9. Geologi Ekonomi (economic geology) terutama mempelajari cara terjadinya dan asal usul serta penyebaran segala sesuatu material yang berguna bagi manusia. Sebagai contoh; pemelajaran tentang endapan mineral logam, batubara, minya dsb. Ilmu pengetahuan ini sangat erat hubungannya dengan geologi tambang.

  10. Geologi Tambang (mining geology) terutama mempelajari aspek geologi yang berhubungan erat denga cara penambangan suatu mineral. Dalam hal ini pemelajaran ditekankan kepada aspek penyebaran mineral tersebut, perbatuan, struktur dan topografi.

  11. Geologi Minyak (petroleum geology) merupakan bahagian ilmu geologi yang pemelajarannya terkonsentrasi kepada minyak dan gas bumi terutama tentang ; asal-usulnya, cara terjadinya, cara penyebarannya, cara menemukannya dan cara memproduksinya secara ekonomis.

  12. Stratigrafi (stratigraphy) merupakan cabang dari ilmu geologi yang mempelajari tentang urut-urutan perlapisan batuan dan proses-proses sepanjang sejarah pembentukan perlapisan batuan tersebut.

Termasuk didalamnya adalah :

-          Geokhronologi, ilmu yang mempelajari/berhubungan dengan penentuan umur batuan dan skala waktu geologi.

-          Paleogeografi, ilmu yang mempelajari tentang geografi atau lingkungan pembentukan batuan tersebut pada umur geologi sebelumnya.