WELCOME to putradaribunda On Line

Terima kasih telah mengunjungi BLOG ini. Blog ini berisikan informasi yang sifatnya membangun dan jauh dari hal-hal berbau pornografi, karena blog ini mempunyai konsep edukasi.

About Me

Contact, personal information, education background, organizational background, working experiences, job skill, computer skill, hobbies.

Tampilkan postingan dengan label Science Regular. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Science Regular. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Februari 2011

Tan Malaka


Siapakah Tan Malaka? Dalam sejarah Indonesia ia sosok yang misterius. Buku-buku sejarah yang terbit setelah tahun 1965 tidak pernah mencantumkan namanya, apalagi kisahnya. Perannya dalam sejarah Indonesia kabur, padahal pada tahun 1963 Presiden Indonesia Soekarno secara resmi mengangkatnya menjadi Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Dalam konteks Orde Baru ia adalah pahlawan nasional yang kontroversial karena ia termasuk dalam golongan orang-orang komunis (menurut orang-orang dari partai nasionalis dan partai agama), golongan yang amat ditabukan untuk menjadi pahlawan pada periode sejarah ini. Oleh karena itu ia sempat dilenyapkan dalam barisan pahlawan nasional. Namanya dicoret dari Album Pahlawan Bangsa, yang mengindikasikan jika saja ia belum mendapatkan gelar tersebut sebelum tahun 1965 kemungkinan besar gelar itu tidak akan pernah diraihnya sama sekali.

Pada masa Orde Baru pengagum dan yang mengenal sosoknya hanyalah para veteran Partai Murba dengan jumlah yang amat kecil. Sosoknya memudar dalam ingatan kolektif bangsa Indonesia seiring dengan proses stigmatisasi terhadap apapun yang berhaluan kiri. Dengan ragu-ragu Harry A. Poeze mengatakan bahwa jikalau ia disebut dalam buku pelajaran sejarah ia ditempatkan dalam posisi sebagai seseorang yang telah memperlemah persatuan dalam perjuangan revolusi. Di tanah kelahirannya Minangkabau ia sempat menjadi keramat, menjadi mitos. Pada 1950-an, di berbagai kota dan desa di Minangkabau setiap orang tua menceritakan kepada anak-anaknya kehebatan Tan Malaka, yang konon bisa menghilang secara gaib dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, yang jaraknya terpaut ratusan kilometer, hanya dalam satu kedipan mata. Sebelum ia kembali dan menetap di Indonesia, sejak tahun 1913 memang menjadi pengembara  yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam jarak tidak hanya ratusan kilometer bahkan ribuan kilometer, namun bukan dalam satu kedipan mata. Pengangkatannya sebagai pahlawan dan pemitosannya oleh sekelompok masyarakat menjadi simbol bahwa Tan Malaka merupakan sosok yang bersepak terjang jauh melebihi sepak terjang masyarakat kebanyakan.

Riwayat Tan Malaka dalam panggung sejarah Indonesia dimulai tahun 1913 ketika salah seorang gurunya (G.H. Horensma) di sekolah guru di Bukittinggi membawanya ke negeri Belanda sewaktu yang bersangkutan mengambil cuti. Ia kemudian dimasukan ke sekolah guru (Kweekschool) di Haarlem. Harry A. Poeze dalam bukunya yang lain mengemukakan bahwa selama tinggal di negeri Belanda Tan Malaka menanggung banyak hutang kepada pemberi dana pendidikan di Sumatera dan kepada guru yang membawanya ke negeri Belanda. Hutang yang menumpuk dan kondisi kesehatan yang beberapa kali menurun membuat motivasinya untuk belajar menurun. Tahun 1919 ia angkat koper dan menjadi guru anak-anak kaum buruh perkebunan tembakau di Sumatera Timur setelah sebelumnya memperoleh ijazah guru.

Tan Malaka berada di negeri Belanda ketika gagasan revolusioner sedang tumbuh di seluruh kawasan Eropa. Ide-ide Karl Marx tentang komunisme sedang disemai dalam ujudnya yang praksis. Buku terbaru dari Harry A. Poeze yang sedang kita diskusikan ini sayangnya tidak mengungkap pengembaraan Tan Malaka di Eropa sehingga tidak jelas benar bagaimana ide-ide komunisme mulai menariknya, sampai ia menerjuninya secara praksis. Di negeri  Belanda lah minat politik Tan Malaka tergugah dan terbentuk. Ia menjadi seorang nasionalis yang berkobar-kobar sekaligus menjadi simpatisan komunisme yang aktif. Ia sangat tertarik dengan kemenangan revolusi Bolshevik di Rusia pada tahun 1917. Gagasan-gagasannya terbentuk antara lain di dalam kelompok diskusi yang ditokohi oleh Sneevliet dan gagasan itu ia lahirkan kembali dalam bentuk artikel. Aktifitas Sarekat Islam (SI) yang sedang marak di Jawa bisa jadi telah terdengar di telinga Tan Malaka, sehingga tahun 1921 ia meninggalkan gaji yang lumayan tinggi di perkebunan Senembah, Deli, Sumatera Timur lalu berangkat ke Jawa. Perkenalannya dengan Sarekat Islam melalui seorang sahabatnya, R. Soetopo, guru Sekolah Pertanian di Purworejo. Soetopo membawa Tan Malaka ke kongres Centrale Sarekat Islam (CSI) di Yogyakarta yang berlangsung pada tanggal 2-6 Maret 1921. Di tempat inilah Tan Malaka bertemu dengan Semaoen, tokoh pendiri PKI. Semaoen sangat tertarik dengan Tan Malaka karena konon, baginya Tan Malaka merupakan Bumiputra terpelajar pertama yang mengenal dan akrab dengan Marxisme. Kongres CSI di Yogyakarta berlangsung dalam suasana persaingan antara Sarekat Islam dan PKI. Seperti kita ketahui PKI lahir dari rahim Sarekat Islam dengan julukan ”Sarekat Islam merah”. Hubungan antara SI dan PKI secara resmi terputus pada Kongres Luar Biasa CSI di Surabaya tanggal 6-10 Oktober 1921. Dalam perpecahan inilah Tan Malaka lebih tertarik kepada PKI dibandingkan dengan SI.

Kedatangan Tan Malaka ke Jawa bagi Semaoen merupakan darah segar yang memberi gairah baru dalam konteks persaingan dengan SI dalam rangka menarik lebih banyak kader-kader SI agar bergabung dengan PKI. Semaoen kemudian meminta Tan Malaka untuk datang ke Semarang dan diajak untuk mendirikan sekolah berdasarkan doktrin Marxisme untuk anak-anak anggota SI. Pada tanggal 21 Juni 1921 berdirilah sekolah pertama dengan murid sebanyak 50 anak. Pada Maret 1922 sekolah sejenis telah tersebar sampai ke Bandung dengan 200 murid. Pendirian sekolah-sekolah ini sangat berhasil sehingga melambungkan nama Tan Malaka sehingga pada kongres PKI ke-8  di Semarang tanggal 25 Desember 1921 ia terpilih menjadi ketua PKI menggantikan Semaoen karena Semaoen berangkat ke Moskow.

Periode ini ditandai dengan semakin mengerasnya pertentangan antara SI dengan PKI yang ditandai saling kritik antara keduanya. Tan Malaka walaupun ia aktif di PKI tetapi ia berlatar belakang Islam. Dalam konteks ini ia tetap mempertautkan antara Islam sebagai ideologi perjuangan dengan komunisme sebagai ideologi yang sekaligus juga sebagai jalan perjuangan. Agus Salim dari kubu SI secara tegas menekankan sifat revolusioner SI tetapi tidak demi kepentingan satu kelas saja dalam masyarakat. Jika  ada perjuangan nasional yang hanya mewakili kepentingan satu kelas masyarakat saja, SI akan menentangnya. Menerima argumen tersebut berarti mematuhi disiplin partai mengenai larangan terhadap keanggotaan rangkap. Tan Malaka mencoba menangkis dengan mengatakan agar pengecualian dibuat terhadap PKI, sebab komunis merupakan sekutu Islam di mana saja dalam melawan imperialisme.  Bahkan Semaoen menambahkan, jika SI meninggalkan sayap kirinya maka SI akan kembali ke tahap awal, yaitu sebagai organisasi pedagang Islam belaka.  Semaoen bahkan mengkritik peran agama (Islam) sebagai alat untuk bergerak. Menurutnya agama tidak mencukupi sebagai dasar pergerakan rakyat Hindia karena bisa saja memihak kepada ideologi kapitalis atau sosialis. Selain itu tidak semua orang Hindia beragama Islam.  Terhadap semua itu Agus Salim menjawab bahwa dalam Al Qur’an segala doktrin Marxisme sudah tercakup, termasuk Dialektika Materialisme. Masalahnya SI tidak mungkin membiarkan diri sebagai ajang pertarungan partai lain. Bahkan Agus salim tidak khawatir jika banyak anggota SI yang keluar hanya karena SI menerapkan disiplin partai dengan tidak menjadi anggota di dua organisasi (partai). Ia lebih mantap jika SI menjadi partai kader yang kuat dari pada partai yang banyak anggotanya tetapi keropos.

Tan Malaka sebenarnya tidak pernah rela CSI terpecah menjadi SI dan PKI, ia menghendaki keduanya tetap bersatu karena hanya dengan cara itulah bangsa Indonesia bisa menghadapi tekanan dari penjajah. Seruan untuk bersatu menjadi tema besar kongres PKI ke-8 pada tanggal 25 Desember 1921 di Semarang. Untuk membahas cara mencapai persatuan itu maka diundang pula utusan CSI, Sarekat Hindia, dan SI lokal. Dalam kesempatan itu Tan Malaka berpidato selama empat jam lamanya untuk membela gagasan persatuan itu. Persatuan juga merupakan garis yang sejak semula dianut oleh pendahulunya, Semaoen. Dalam pidato itu Tan Malaka membandingkan sukses Kongres Nasional India dan gagalnya organisasi pergerakan Indonesia menggalang persatuan. Kongres Nasional India mampu melancarkan gerakan nonkooperasi yang tidak bisa ditindas oleh Inggris, sementara pergerakan Indonesia terpecah belah menghadapi Belanda yang jauh lebih lemah daripada Inggris.

Pidato Tan Malaka tersebut sebenarnya didukung oleh semua peserta kongres namun kemudian dimentahkan kembali oleh Abdoel Moeis yang datang setelah pidato selesai. Abdoel Moeis membuka luka lama tentang hubungan SI dan PKI yang membuat pemimpin komunis bergaris keras menggugat sehingga persatuan kembali terancam, jika saja KH. Bagus Hadikusumo, utusan Muhammadiyah tidak turun tangan. Ia angkat bicara membela pidato Tan Malaka. Menurut Hadikusumo mayoritas rakyat Indonesia beragama Islam, dan pergerakan bertujuan melawan penindasan bangsa asing yang kafir. Gerakan perlawanan hanya dapat dijalankan jika rakyat bersatu. Ia menyeru bahwa siapa saja yang merusak persatuan berarti memihak musuh dan menentang Islam. Seruan Hadikusumo cukup manjur karena dapat mencegah perpecahan yang lebih parah. Tan Malaka mengibaratkan Hadikusumo sebagai dukun ampuh yang menolong seorang yang sedang sekarat. Akhirnya CSI sepakat untuk bekerja sama kendati hanya dalam program-program khusus. Kongres memilih Tan Malaka sebagai ketua menggantikan Semaoen. Kongres ditutup dengan mengirim telegram yang menyatakan dukungan kepada Kongres Nasional India. Namun telegram itulah yang kemudian menjadi senjata makan tuan bagi Tan Malaka, sehingga ia tidak bisa mengawal ide persatuan yang lahir dari kongres itu. Tidak lama setelah telegram terkirim, Tan Malaka ditangkap oleh pemerintah kolonial dan dibuang dari Hindia Belanda karena dukungannya terhadap Kongres Nasional India.  Maret 1922 ia berangkat kembali ke negeri Belanda, yang segera disambut sebagai martir dari kolonialisme Belanda oleh kawan-kawan seperjuangannya di Belanda. Sosoknya ditempatkan pada posisi yang amat tinggi dengan dicalonkan menjadi anggota Tweede Kamer dari golongan komunis pada pemilu bulan Juli 1922 di Belanda. Namun usaha kawan-kawannya tersebut gagal karena partainya hanya mendapat dua kursi (Tan Malaka ditempatkan dalam urutan ketiga dalam daftar calon). Dari sini perjalanan petualangannya yang lebih jauh, baik secara fisik maupun intelektual, dimulai. Ia menghabiskan waktunya dari satu negara ke negara lainnya selama duapuluh tahun, sampai ia memutuskan kembali ke Indonesia pada tahun 1942 bersamaan dengan didudukinya Indonesia oleh Bala Tentara Jepang.

Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa selama periode pergerakan nasional, peran Tan Malaka dalam waktu yang amat singkat di tanah airnya ternyata amat besar. Ketika berbagai organisasi masih berkutat pada persoalan-persoalan domestik, Tan Malaka telah menyerukan bahwa tanpa persatuan mustahil perjuangan melawan penjajah akan berhasil.

Rabu, 02 Februari 2011

Badai Matahari, materialnya diperkirakan mencapai Bumi!

Badai matahari terbentuk karena terjadinya gejolak di atmosfer matahari yang dipicu terbentuknya bintik hitam. Kondisi ini dapat mengakibatkan loncatan api (solar flare) yang materinya dapat terlontar ke Bumi. Ketika materi tersebut melintas di atmosfer Bumi, maka terjadilah Aurora dan badai elektromagnetik.

Partikel dari badai Matahari tersebut diperkiran sampai ke Bumi pada tahun 2011-2012. Partikel bermuatan listrik ini dapat menghasilkan noise atau gangguan besar pada frekuensi radio 1,2GHz - 1,6GHz. Ini sangat mengancam sinyal GPS.

“Jumlah dan intensitas noise akan meningkat dan dapat mengaburkan sinyal GPS selama periode ini,” kata Paul Kintner dari Departemen Teknik Elektro Universitas Cornell. Keakuratan GPS akan berkurang hingga 90%, dan dapat rusak. Hal ini sangat membahayakan dunia penerbangan, di mana fungsi GPS sudah seperti “nafas pada Manusia.

Hal ini pernah terjadi beberapa tahun silam, tepatnya pada akhir oktober 2003. Pada waktu itu, tidak hanya satelit GPS saja yang rusak, tapi juga satelit komunikasi publik.

Namun, yang paling bahaya adalah apabila distribusi listrik terganggu…! Pada 28-30 Oktober 2003, hampir seluruh pembangkit listrik di dunia dinonaktifkan untuk sementara. Apabila listrik tidak dimatikan, maka akan terjadi kerusakan pada pembangkit-pembangkit listrik di setiap negara. Hal ini disebabkan karena terjadinya ketidakstabilan medan magnet di Bumi.

Dampak di Bumi
Terdapat beberapa dampak badai antariksa yang terjadi tanggal 28 dan 30 Oktober 2003. Dari pengamatan lapisan ionosfer di Tanjungsari, Sumedang, diketahui terjadi penurunan kerapatan elektron secara drastis di lapisan tersebut. Bahkan, begitu rendahnya kerapatan elektron di lapisan ionosfer itu membuat peralatan ionosonda IPS71 tidak mampu merekam keberadaan lapisan tersebut.
Keadaan seperti itu disebut blackout (lihat ilustrasi gambar 2), dan di dunia komunikasi radio ditandai dengan putusnya komunikasi secara tiba-tiba dalam waktu cukup lama. Hal ini terlihat dari hasil pengamatan sinyal gelombang pendek yang dipancarkan dari Kota Songkla (Thailand bagian selatan) dan diterima di Tanjungsari (gambar 3).

Pada tanggal 30 Oktober 2003, komunikasi Songkla-Tanjungsari putus sampai dua kali. Pertama, blackout selama sekitar empat jam terjadi antara pukul 02.36 WIB sampai dengan pukul 06.36 WIB, dan yang kedua kalinya berlangsung selama lima jam mulai pukul 08.36 WIB sampai 13.36 WIB.
Di antara kejadian blackout pertama dengan yang kedua, sinyal radio masih dapat diterima di Tanjungsari, namun sangat lemah.
Pemantauan sinyal gelombang RRI Jakarta pada frekuensi 9,680 MHz dan ABC Australia pada frekuensi 21,680 MHz juga mengalami gangguan pada hari itu. Bahkan, siaran RRI Jakarta, yang secara rutin dipantau sekitar pukul 9.00 WIB, pada hari itu tidak bisa dipantau.

Siaran ABC, yang dipantau setiap hari pukul 11.00-11.30 WIB, penerimaannya sangat buruk dan tidak seperti hari-hari sebelumnya. Keadaan serupa juga masih terjadi pada hari berikutnya. Bahkan, sinyal gelombang ABC Australia yang sehari sebelumnya masih dapat dipantau, tanggal 31 Oktober 2003 sama sekali tidak dapat dipantau.

Dampak yang lain lagi adalah meningkatnya ketinggian lapisan ionosfer. Beberapa saat sebelum blackout, tanggal 30 Oktober 2003, ketinggian lapisan ionosfer di atas Tanjungsari cenderung meningkat dan sesaat setelah blackout ketinggian lapisan ionosfer mencapai lebih dari 700 km dari permukaan Bumi. Ketinggian lapisan ionosfer normal biasanya hanya sekitar 300-500 km.

Ketinggian yang abnormal seperti ini juga masih terjadi pada tengah hari tanggal 31 Oktober 2003. Kenaikan ketinggian lapisan ionosfer secara drastis ini juga akan menyebabkan putusnya komunikasi radio. Keadaan yang tidak normal kemungkinan juga akan berdampak terhadap satelit orbit rendah (LEO). Selain itu, kami juga mendeteksi adanya kemungkinan gangguan sintilasi terhadap sinyal satelit pada tengah malam tanggal 30 Oktober 2003 sampai dengan dini hari tanggal 31 Oktober 2003 selama lebih dari 6 jam.



Jumat, 28 Januari 2011

Penyebab matahari terbit lebih awal masih diperdebatkan



Para ilmuwan masih memiliki beberapa pendapat berbeda mengenai penyebab matahari terbit 48 jam lebih awal di Kota Ilulissat, Greendland, di sebuah kota yang hanya mengalami matahari terbit satu kali saja dalam setahun.

Tahun ini, matahari terbit pada Selasa (11/1) pukul 13 waktu setempat, 48 jam lebih awal dari biasanya. Fenomena terbit awal ini baru pertama kali terjadi karena matahari biasanya terlihat oleh penduduk kota itu pada tanggal 13 Januari setiap tahunnya.

Para ilmuwan masih berbeda pendapat mengenai fenomena ini. Beberapa penjelasan hipotetik coba diungkapkan, termasuk soal ilusi yang disebabkan efek atmosfer dan pemanasan global yang telah menyebabkan mencairnya lapisan es di Greenland.

Thomas Posch, ilmuwan dari Institute for Astronomy, University of Vienna, mengatakan bahwa fenomena itu bisa terjadi karena adanya perubahan cakrawala setempat. Teorinya itu berdasarkan data penurunan lapisan es di Greenland yang terjadi secara bertahap. Dengan lapisan es yang semakin tipis, ketinggian Greenland pun berkurang sehingga matahari melalui jarak lebih pendek sebelum muncul di cakrawala.

Akan tetapi Wolfgang Lenhardt, direktur departemen geofisika di Central Institute for Meteorology Vienna menyangkal teori tersebut. Soalnya menurut dia, tatanan bintang-bintang tidak berubah. "Data rotasi dan sumbu bumi yang dipantau dengan cermat secara terus-menerus juga tidak menunjukkan perubahan apa pun. Jika itu terjadi, tentu seluruh dunia sudah geger," katanya seperti dikutip DailyMail.

John Walsh, Profesor Ilmu Atmosfer Universitas Alaska Fairbanks sependapat dengan Lenhardt. "Singkatnya, tidak ada perubahan yang benar-benar terjadi pada peristiwa terbitnya matahari di Greenland karena hal tersebut memerlukan perubahan parameter orbit bumi-matahari," tegasnya kepada LiveScience.

Informasi pengamatan yang akurat terhadap fenomena ini masih sangat diperlukan. Karena tanpanya, kata profesor Richard Alley dari Universitas Pennsylvania, sulit untuk menentukan penyebab fenomena matahari yang terbit lebih dini tersebut.

Di Kutub Utara, matahari hanya terbit sekali dalam setahun. Terbitnya matahari sekaligus menandai dimulainya musim semi. Sementara kota Ilulissat terletak sekitar 3 derajat sebelah utara, persis di atas Lingkaran Kutub Utara sehingga penduduk kota itu tidak mendapatkan sinar matahari sepanjang pertengahan musim dingin.(LiveScience/Daily Mail)



referensi: http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/440/penyebab-matahari-terbit-lebih-awal-masih-diperdebatkan

Kamis, 27 Januari 2011

Kenapa hujan beraroma?

Kadang-kadang, orang bisa merasakan wewangian, seperti wangi rumput segar yang baru dipotong, setelah hujan. Apa yang menyebabkan wangi setelah hujan?

Ada beberapa hal yang bisa menyebabakan aroma hujan. Hal yang umum adalah uap minyak yang dikeluarkan oleh tanaman, bakteri, dan bahan kimia.

Bakteri yang menyebabkan aroma hujan adalah Actinomycetes, sebuah bakteri berserabut yang hidup di tanah yang lembap dan hangat dan dapat dijumpai di berbagai negara di seluruh dunia. Ketika tanah mengering, bakteri menghasilkan spora. Ketika hujan, air yang menetes ke tanah membuat spora itu terangkat ke udara dan terhirup oleh manusia. Karena spora itu memiliki wangi yang khas, manusia yang menghirupnya pun merasakan aroma. Aroma yang dihasilkan bakteri ini akan sangat terasa ketika hujan diikuti oleh kondisi terik.

Aroma yang serupa dihasilkan oleh uap minyak yang dikeluarkan tanaman. Minyak dari tanaman itu menempel di tanah dan batu. Air hujan bereaksi dengan minyak tersebut sehingga terbawa ke udara dalam bentuk gas dan tercium oleh manusia.

Aroma khas hujan seperti ini sering dikemas dalam botol atau kaleng dan dijual sebagai pewangi ruangan.

Aroma hujan tidak selalu enak. Aroma hujan yang diakibatkan oleh asam di atmosfer menghasilkan wangi yang tidak enak. Bahan kimia hasil polusi udara yang ada di atmosfer bisa membuat hujam bersifat asam. Ketika hujan ini bereaksi dengan bahan organik atau bahan kimia lain di tanah, muncullah aroma. Reaksi dengan bensin bisa membuat aroma lebih kuat. Hujan seperti ini sering terjadi di daerah berpolusi tinggi.

Tiga materi itulah yang paling umum. Masih ada lagi penyebab-penyebab lainnya yang membuat pengalaman orang berbeda-beda dalam membaui hujan. (How Stuff Works)


sumber: http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/435/kenapa-hujan-beraroma

Selasa, 25 Januari 2011

Pulau kecil punya 7 gunung


Sebuah pulau kecil di Kepulauan Aleutian, wilayah Amerika Serikat, memiliki tujuh gunung.

Pulau kecil bernama Semisopochnoi tersebut memiliki luas 221,59 kilometer persegi. Bandingkan dengan Pulau Bali yang memiliki luas 5.634 kilometer persegi.

Puncak gunung yang ada di Semisopochnoi tersebut adalah Cerberus, Sugarloaf, Lakeshore Cone, Anvil, Pochnoi, Ragged Top, dan Three-quarter Cone. Wilayah tertinggi di adalah Anvil yang memiliki tinggi 1.221 meter. Gunung Api Cerberus setinggi 774 meter dan wilayah vulkaniknya tumbuh dari dasar laut.

Aktivitas vulkanik yang paling terdokumentasikan adalah Cerberus. Erupsi besar gunung tersebut terjadi terakhir pada tahun 1873. Sementara itu, erupsi terakhir yang terjadi di pulau ini adalah erupsi Sugarloaf, tahun 1987.

Pulau yang berjarak 2.050 kilometer dari wilayah Anchorage, Alaska, ini tidak memiliki mamalia darat asli. Meski demikian, Semisopochnoi sangat penting perannya sebagai tempat bersarang alami bagi burung-burung di wilayah Pasifik Utara.

Populasi burung di wilayah ini pernah terancam karena introduksi rubah arktik sejak abad ke-19 untuk dimanfaatkan bulunya. Pada tahun 1997, dua rubah arktik terakhir telah dipindahkan agar burung mendapat tempat lebih aman.

Sebagai bagian dari Alaska Maritime National Wildlife Refuge (AMNWR), pulau ini sekarang mendukung penyelamatan lebih dari seribu burung, terutama burung auklet. (Yunanto Wiji Utomo)

sumber: http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/343/pulau-kecil-punya-7-gunung

Senin, 24 Januari 2011

cinta secara ilmiah


Peneliti dari Syracuse University, Profesor Stephanie Ortigue, menemukan ada 12 area pada otak yang bekerja pada saat seseorang jatuh cinta. Kedua belas area itu menghasilkan bahan kimia, seperti dopamine, oxytocin, adrenalin, dan vasopression, yang berujung pada euforia. Rasa cinta juga memengaruhi fungsi psikologi, metafora, dan penilaian fisik.

Jadi, cinta itu berasal dari hati atau otak? "Pertanyaan yang selalu sulit dijawab. Saya berpendapat asalnya dari otak," kata Ortigue. "Contohnya, suatu proses di otak kita bisa menstimulasi hati. Beberapa perasaan dalam hati kita sebetulnya merupakan gejala atas proses yang terjadi di otak."

Penelitian lain mendapati peningkatan jumlah darah dalam faktor penumbuh untuk syaraf yang memegang peranan penting dalam cara orang bersosialisasi. Hal ini menghadirkan fenomena yang disebut dengan "cinta pada pandangan pertama". Hal ini dikonfirmasi oleh temuan Ortigue yang menyebutkan kalau cinta bisa hadir dalam waktu seperlima detik.

Ortigue menjelaskan dengan memahami cara orang jatuh cinta dan putus cinta, para peneliti bisa mengembangkan terapi baru. "Kita bisa mengerti penyakit putus cinta," kata Ortigue.

Studi Ortigue juga mendapati ada bagian otak yang berbeda untuk tipe cinta yang berbeda. Cinta tanpa syarat, contohnya cinta seorang ibu pada anaknya, dipicu oleh aktivitas otak di bagian umum dan pada tempat yang berbeda-beda, termasuk otak tengah. Cinta yang bergairah antara kekasih melibatkan area kognitif, bagian yang mengharapkan imbalan, dan penilaian fisik.


sumber: http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/113/cinta-itu-ilmiah-kata-ilmuwan

Minggu, 09 Januari 2011

Pengertian Pancasila Secara Termitologis


(gb. 1)

Proklamasi 17 Agustus 1945 telah melahirkan Negara RI untuk melengkapai alat-alat perlengkapan Negara. PPKI mengadakan sidang pada tanggal 18 Agustus 1945 dan berhasil mengesahkan UUD 45 dimana didalam bagian Pembukaan yang terdiri dari 4 Alinea didalamnya tercantum rumusan Pancasila. Rumusan Pancasila tersebut secara Konstitusional sah dan benar sebagai dasar negara RI yang disahkan oleh PPKI yang mewakili seluruh Rakyat Indonesia.

Pancasila Berbentuk:



  • Hirarkis (berjenjang);

  • Piramid.

A. Pancasila menurut Mr. Moh Yamin adalah yang disampaikan di dalam sidang BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945 isinya sebagai berikut:



  • Prikebangsaan;

  • Prikemanusiaan;

  • Priketuhanan;

  • Prikerakyatan;

  • Kesejahteraan Rakyat

B. Pancasila menurut Ir. Soekarno yang disampaikan pada tangal 1 Juni 1945 di depan sidang BPUPKI, sebagai berikut:



  • Nasionalisme/Kebangsaan Indonesia;

  • Internasionalisme/Prikemanusiaan;

  • Mufakat/Demokrasi;

  • Kesejahteraan Sosial;

  • Ketuhanan yang berkebudayaan;

Presiden Soekarno mengusulkan ke-5 Sila tersebut dapat diperas menjadi Trisila yaitu:



  • Sosio Nasional : Nasionalisme dan Internasionalisme;

  • Sosio Demokrasi : Demokrasi dengan kesejahteraan rakyat;

  • Ketuhanan YME.

Dan masih menurut Ir. Soekarno Trisila masih dapat diperas lagi menjadi Ekasila atau Satusila yang intinya adalah Gotong Royong.

C. Pancasila menurut Piagam Jakarta yang disahkan pada tanggal 22 Juni 1945 rumusannya sebagai berikut:



  • Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya;

  • Kemanusiaan yang adil dan beradab;

  • Persatuan Indonesia;

  • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dan permusyawaratan perwakilan;

  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia;

Kesimpulan dari bermacam-macam pengertian pancasila tersebut yang sah dan benar secara Konstitusional adalah pancasila yang tercantum dalam Pembukaan UUD 45, hal ini diperkuat dengan adanya ketetapan MPRS NO.XXI/MPRS/1966 dan Inpres No. 12 tanggal 13 April 1968 yang menegaskan bahwa pengucapan, penulisan dan Rumusan Pancasila Dasar Negara RI yang sah dan benar adalah sebagai mana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.



Jumat, 08 Februari 2008

Globalisasi ???

Ø Globalisasi, Apa sich ???

Globalisasi merupakan era pasar bebas.[1]. Sedangkan menurut definisi Bank Dunia, globalisasi adalah proses integrasi ekonomi dan masyarakat melalui arus informasi, ide, aktivitas, teknologi, barang, jasa, modal, dan manusia antarnegara.[2]

Globalisasi adalah perluasan hubungan ekonomi diantara negara–negara yang berbeda dalam membuat sebuah tatanan ekonomi dunia yang didalamnya terdapat ketergantungan satu sama lain di setiap bidang perekonomian nasionalnya. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan yang saling terikat antara negara yang satu dengan negara yang lain, maka diperlukan adanya pertukaran hasil-hasil produksi dari satu negara dengan negara lain. Oleh karenanya diadakan kebijakan-kebijakan untuk mempermudah dalam aktivitas-aktivitas tersebut.

Suatu hubungan antarnegara ini menjadikan suatu sistem yang cukup penting dalam melakukan pertukaran-pertukaran hasil produksi. Hasil produksi dari suatu negara yang surplus dapat didistribusikan ke negara lain yang mengalami minus ataupun sebaliknya. Hasil-hasil produksi ini dapat meliputi hasil produksi pabrik (elektronik, komputer, tekstil, mobil, etc), hasil produksi alam (beras, minyak bumi, batubara, kelapa sawit, ikan/daging, etc), ataupun modal.


Ø Gimana Model Pergerakan Globalisasi ini

Sistem “Globalisasi” ini ada kemiripan dengan sistem “Barter[3]” yang diterapkan oleh orang-orang pada zaman dahulu. Pada suatu negara yang mengalami surplus hasil produksi akan mencari negara yang dapat mencukupi minus pada negara tersebut untuk dilakukan kerjasama. Sebagai contoh saja, Rusia mempunyai persenjataan yang cukup canggih, namun negara ini mengalami minus beras. Sedangkan Indonesia dapat memenuhi kebutuhan beras yang ada di Rusia. Maka dilakukanlah kerjasama antara Rusia-Indonesia dengan melakukan barter antara “Pesawat=Beras”.

Pada hakekatnya, sistem globalisasi ini sangat menguntungkan. Namun pada pelaksanaannya, terjadi banyak ketimpangan serta banyak pihak yang memanfaatkan pengadaannya. Pertukaran yang kurang merata atas pemilik modal sangat mencolok dalam sistem ini. Dimana suatu negara yang mempunyai modal yang tinggi dapat menguasai serta menyetir (memobilisasi) arah gerak daripada sistem ini. Negara multinasional serta negara-negara berat cukup menguasai ekonomi dunia. Dan sangat jelas akibat yang muncul, mereka dapat menguasa perekonomian dunia yang mana kalangan negara multinasional serta negara-negara barat dapat bermain dalam sistem harga internasional.

Dengan adanya globalisasi, negara-negara multinasional maupun negara-negara barat dapat menggunakan tenaga kerja/buruh dari negara lain (negara berkembang maupun miskin) dengan gaji yang rendah. Hal ini bisa saja terjadi, karena kebutuhan ekonomi yang tinggi. Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi negara-negara maju.

Tak bisa dipungkiri pula, negara sistem ekonomi kapital (modal) sangat berperan dalam adanya Globalisasi ini. Sejak awal dengang-dengung Globalisasi, telah dirancang segala persiapan yang mendukung. Lembaga-lembaga ekonomi (WTO, G8, IMF, dan Bank Dunia) yang pada awalnya didirikan untuk membantu kesulitan suatu negara, khususnya negara berkembang maupun negara miskin. Tapi pada kenyataannya, lembaga-lembaga ini justru menjerumuskan negara berkembang dan negara miskin semakin tenggelam. Semisal resep IMF dengan memberikan pinjaman pada suatu negara-negara berkembang, dimana secara tidak langsung, IMF ikut menentukan kebijakan pada suatu negara. Dengan tirai pengawasan terhadap dana yang telah dipinjamkan, mereka ikut menyetir kebijakan suatu negara.


Ø Pengaruh Globalisasi di Dunia

Secara global, dapat kita rasakan dampak-dampak yang terjadi akibat globalisasi ini. Dengan pemberian pinjaman kepada negara-negara berkembang, dimana suatu negara yang sedang dilanda oleh krisis, IMF menggunakan kebijakannya untuk membawa suatu negara pada dunia pasar bebas yang syarat akan liberalisme.

Resep IMF dan World Bank kepada negara-negara berkembang untuk bisa berpartisipasi dalam dan memetik untung dari integrasi global adalah privatisasi, liberalisasi pasar modal, penentuan harga yang murni berdasarkan kekuatan pasar, serta pengentasan kemiskinan. Keempat tahap ini dijadikan paket standar oleh IMF/Bank Dunia setiap kali memberi asistensi kepada negara-negara yang membutuhkan.[4]

Pengaruh pasar bebas ini, juga terjadi pada bangsa Indonesia, negeri yang merupakan salah satu negara peminjam IMF ini.


Ø Klo Indonesia, Siap ga’ trima tamu Spesial ini

Bagaimana menanggapi datangnya Globalisasi? Secara nyata kondisi Indonesia saat ini kurang siap, bahkan bisa dibilang belum siap. Kondisi negeri ini sendiri yang masih kacau belum bisa diatasi dengan baik.

Bencana banyak melanda bangsa Indonesia dalam 5 tahun terakhir ini. Mulai dari bencana Tsunami Aceh di penghujung tahun 2004, diikuti bencana di Nias, Jogyakarta, G. Merapi, G. Kelud,dll merupakan salah-satu sederetan bencana yang menghantam bangsa ini. Belum usai permasalah ganti rugi ”Lumpur Lapindo” di kota Sidoarjo, sekarang dikejutkan oleh cuaca buruk yang melanda hampir seluruh negeri ini. Banjir akibat curah hujan yang tinggi, angin puting beliung, tanah longsor dan gelombang pasang, yang secara bertubi-tubi melanda negeri ini.

Angka kemiskinan di Indonesia bisa terbilang besar. Lebih dari 50% penduduk indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Hal utama yang menjadi permasalahan adalah masih kurang lapangan kerja yang tersedia. Masyarakat Indonesia masih banyak yang berstatus sebagai pengangguran. Angka pengangguranpun terbilang tinggi.

Dalam hal pendidikan nasional, tidak jauh beda dan hampir selaras dengan kondisi di atas. Masih banyak masyarakat indonesia yang belum mampu mengenyam pendidikan dengan wajar. Bahkan program pendidikan 9 tahun yang telah diprogramkan hanya merupakan pemanis bibir saat berkampanye saja. Masih terpenjarakannya hak warga negara untuk bersekolah yang bertentangan dengan salah satu tujuan dari bangsa ini yaitu ”mencerdaskan kehidupan bangsa”[5]. Program BHP semakin mencederai landasan dasar bangsa ini. Hal ini akan memunculkan asumsi bahwa yang berduit yang akan mampu mengenyam pendidikan.

Melihat kondisi ekonomi pasca krisis moneter (krismon) 10 tahun lalu, Indonesia seakan belum mampu bangun dari keterpurukan. Perekonomian Indonesia masih belum stabil sepenuhnya. Aset negara banyak yang dijual guna menutupi APBN, serta banyaknya industri kecil yang gulung-tikar (bangkrut). Keterikatan bangsa ini terhadap lembaga-lembaga ekonomi dunia menyebabkan bangsa ini terlambat untuk bangun. Kekurangberanian dalam mengeluarkan kebijakan karena adanya tekanan terhadap negeri ini. Hal ini sudah menjadi rahasia umum yang tidak perlu lagi dipertanyakan.

Indonesia sekarang mirip singa dalam kurungan, hanya mampu berjalan kanan-kiri tanpa mampu keluar dari kurungan. Sekeras dan sekuat apapun raungannya, tetap tidak mampu keluar. Apabila di beri makan, langsung terdiam dan lupa akan kerasnya raungannya.

Dengan masuknya globalisasi di Indonesia, akan semakin membunuh bangsa ini. Masyarakat akan semakin menderita dan hanya akan menjadi budak, susah untuk menjadi juragan di negeri sendiri. Investor dari luar akan mudah masuk dan akan menguasai semua sektor ekonomi yang ada di Indonesia. Barang-barang dari negara lain akan masuk tanpa bisa dikontrol oleh pemerintah, sedangkan barang hasil industri dalam negeri akan menjadi nomor ke sekian. Hal ini akan membunuh industri dalam negeri dan kita akan menjadi penonton setia lakaknya penonton sinetron di televisi.

Globalisasi akan menjadi momok yang lebih menyeramkan dibanding film Jailangkung ataupun yang sejenisnya. Hal ini akan menjadi malapetaka yang susah bagi kita untuk keluar dari kondisi ini. Di saat tujuan bangsa ini tidak mampu terlaksana, Demokrasi Pancasila bukan lagi menjadi landasan dasar bangsa ini, di saat masyarakat Indonesia akan menjadi pemeran figuran di negeri tempat dilahirkannya....








[1] Arianto Patunru, Media Indonesia, 20 Desember 2002



[2] Stern, 2000



[3] Sistem tukar menukar (masa primitif)



[4] Artikel: “Globalisasi” Oleh Arianto A. Patunru



[5] Pembukaan UUD’45 alenia 4


Kamis, 27 September 2007

Kehidupan Remaja Di Ambang Bahaya

Manusia = binatang? Apakah itu mungkin? Hal ini mungkin saja terjadi. Walaupun secara teori-teori yang ada ini tak mungkin, namun secara realita (nyatanya bqt…) hal ini telah terjadi. Kenyataan yang terjadi sampai saat ini (2007), banyak banget fakta yang bilang “Manusia lebih rendah perilaku sosialnya daripada binatang”. Bahkan sifat manusia sekarang tidak lebih baik dari binatang alias liar.


Gimana hal ini bisa terjadi? Padahal secara derajad, manusia lebih beradap dari binatang. Pantaskah kita menyangkal kenyataan saat ini? Analogi yang paling simpel itu mungkin aja ada di sekitar kita, buat apa cari analogi yang jauh-jauh he….


Pernah dengar si Bechy? Si kucing imut yang ada di kostku? Pastinya belum pernah denger kan (kecuali temen-2ku yang biasa ke kost, itu lho yang warna putih abu-2, kayak anak SMA *ZK). Secara tak sengaja aku melihat ibunya (bahasa kerennya itu “Sang Induk”) mencarinya saat malam hari. Sepertinya gelisah saat mencari si Bechy. Saat itu si Bechy sedang bersamaku. Ibunya dengan sabarnya menunggu di depan pintu. Pernah juga aku memandikan si bechy di kamar mandi (taukan gimana kalo kucing di kasih mandi, me-ngeong gak karuan –Sorry gak bisa terjemahkan bahasanya- *ZK). Saat aku keluar, ibunya udah ada di depan pintu. Sifat keibuan yang masih mengkhawatirkan anaknya HEBAT...........


T’rus gimana yang terjadi dengan manusia sendiri (Aku, Kamu, Dia, Mereka, dll *ZK)? Lewat siaran media informasi (anggaplah aja media elektronik, media cetak serta media-media lain yang gak bisa ku sebutin satu-persatu) banyak terjadi kekerasan yang terjadi oleh orang tuanya. Baik kekerasan rumah tangganya sendiri maupun pada rumah tangga orang lain. Yang kayak gimana ya? Anggap aja culik anak orang, trus di bunuh secara mutilasi (dipotong-potong bagian tubuhnya) heee…eem See…reee…..em. Yang menjadi persoalan yang mengiris hati itu pembunuhan orang tua pada anaknya yang belum sempet lahir (anggaplah aborsi lah). Kok tega ya orang tua bunuh anaknya sendiri? Perasaan seumur hidup belum pernah aku denger kucing bunuh anaknya sendiri!!! Tapi ada kok binatang yang makan anaknya sendiri, kayak buaya. Tapi masalahnya kan ini soal kucing he… ga perlu dipikir soal buaya dech.


Kebanyakan sekarang ini, kasus aborsi banyak menimpa remaja. Kenapa yach…? TANYA KENAPA!!! Atau lagi musim berbuah he... mangga kale. Itupun nggak juga.


Mungkin aja karena pergaulan remaja masa kini yang cenderung bebas? Yach itu jawabnya. Kehidupan remaja sekarang telah jauh dari norma-norma yang ada dari nenek-moyang. Remaja banyak yang terbelenggu oleh kehidupan yang secara nyata telah berubah, kehidupan kini yang merupakan suatu permainan akhlak.


Di kota-kota besar (tapi jujur aja, sebenarnya sampe daerah-daerah pelosok kok, so... jangan marah ya klo daerahnya gak kesebut) seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Makassar, Balikpapan, banyak banget terjadi penyimpangan moral di kalangan remaja. Bukan hanya itu saja, yang sangat ironis terjadi pada daerah pusat pendidikan yang seharusnya sebagai pusat pabrik intelektual justru banyak terjadi pemerkosaan moral secara besar-besaran. Buku “sex in the kost” mengungkapkan bahwa 97,5% mahasiswi Yogyakarta hilang kegadisannya.

Hal ini terbukti banyaknya remaja terpelajar justru terjerumus pada kondisi seperti ini. Pada daerah yang kurang dari pengawasan orang tua (contoh aja yach, 1.Aku lagi kuliah, 2.Adekku lagi sekolah di luar daerah) remaja cenderung bersifat liar. Metode yang di pake untuk mencurahkan kasih sayang - kayak pacaran – sudah memakai metode yang berkembang saat ini. Hubungan yang seharusnya dilakukan setelah nikah, justru dilakukan lebih dahulu. ”kenthu dhisik, lagi rabi” (kawin dulu, baru nikah *ZK), itu kata yang lagi nge-tren sekarang ini, atau seperti yang dibilang Jamrud ”Bersenang-senang dahulu Bersakit-sakit kemudian” (sorry mas Aziz salah ketik nih). Hubungan seksual di kalangan remaja sudah menjadi suatu wacana yang umum di kalangan remaja itu sendiri, enggak ada tabu lagi kalo mau ucapin ”tii........ttttt yuk, tii........ttttt yuk, tii........ttttt tii........ttttt donk”.


Pada suasana yang lebih gemerlap lagi, kita kenal yang namanya seks instan, faster packet, atau istilah-istilah lainnya. ”Enggak perlu kita kenal, ”asal happy” itupun juga ada. Hubungan seksual ini enggak perlu kita lakuin sama orang yang kita kenal. Kelakuan yang belum seharusnya dilakukan, justru menjadi permainan yang kini udah se-level playstation. Woo...uuu...wooo.


Intip Kanan Kiri

Sekarang kita lihat di sekitar kita (kali ini bukan kucing lagi, tapi betul-2 manusia yang kurang beradap). Kita yang hidup di kalangan akademik, suasana intelektual pastinya dapat merasakan hal itu.


Pertama, beredarnya film porno secara bebas. Hampir di setiap komputer remaja (kebanyakan mahasiswa *ZK) selalu ada film porno. Situs-2 di internet yang menyajikan film-2 porno udah bukan lagi menjadi rahasia (Sorry aku ngga’ tulis alamatnya, entar kamu download di warnet terdekat he... *ZK), so sangat mudah buat dapet film-2 kayak gituan. Yang sungguh ironis, konsumen sekarang bukan hanya saja dari kalangan cowoknya, tapi cewek juga banyak yang gemar nonton film begituan. Hal ini secara langsung merangsang dan membuat penasaran tiap remaja untuk melakukan adegan seperti di dalam film tersebut.


Kedua, kita yang kini hidup jauh dari BONYOK (Bokap-Nyokap *ZK), seakan bebas berbuat apapun. Mau ini-itu udah ngga’ ada yang di takutin, biarpun mau jungkir balik, BONYOK juga ngga’ bakalan tau, so....... nyante aja dech, MUMPUNG!!!. Mau pacaran sampe telanjang, mau mabok sampe mutah pokoknya free aja (dari atas kan kita bahas masalah cowok-cewek, so ngga’ perlu pikir masalah mabok dulu *ZK).


Ketiga, model pacaran yang udah berubah ngikutin zaman. Pasmudadi (Pasangan Muda-Mudi *ZK) ala kost-2an emang beda cara pacarannya. ”Ngapel sore pulang malem menjelang pagi atau mungkin sampe’ pagi alias Nginep”, beda banget semasa sekolah (SD, SMP, SMA *ZK) jam 22.00, mata BONYOK udah ngga’ karuan. Kebanyakan remaja sekarang juga banyak yang nge-sex pra nikah. Karena kan lagi nge-trend. Bahkan dari SMA, aku udah nge-denger istilah ”Pacaran kok kampanye terus, kapan nyoblosnya”, bahasa motivasi yang salah. RUSAK...RUSAK...#$! #@^$@.


Zo... Apa yang terjadi ???


Remaja sekarang kebanyakan mau tahu enaknya aja tanpa mikirin sakitnya di belakang. Mereka cenderung buta oleh silaunya nafsu yang sungguh mengasikkan. Dan ironisnya, mereka sangat menikmati hal ini, dan bahkan dijadikan aktivitas yang dianggap tidak melanggar norma.


Akibat dari hubungan yang bebas, banyak remaja yang hamil di luar pernikahan. Sebanyak 60 persen aborsi yang terjadi di Indonesia dilakukan oleh remaja. kasus aborsi dilakukan karena alasan-alasan yang sifatnya untuk kepentingan diri sendiri seperti hamil pada pra nikah, takut tidak mampu membiayai, takut dikucilkan, malu atau gengsi. Di Indonesia, dari 2,5 juta kasus aborsi, dimana 1,5 juta di antaranya adalah aborsi yang dilakukan remaja.



”Tidak cukup sampai di situ, tentunya perilaku tersebut berkembang pada permasalahan lain, seperti HIV/AIDS dan aborsi. Ternyata HIV/AIDS tidak hanya menjangkit para pekerja seks komersial (PSK) saja, tetapi juga kalangan remaja, baik pelajar maupun mahasiswa.
Yayasan AIDS Indonesia (YAI) mengungkapkan bahwa 50% pengidap HIV/AIDS adalah usia produktif (15-29 tahun). Dipertegas dengan catatan Departemen Kesehatan (2006) bahwa sebagian besar pengidap HIV/AIDS adalah mahasiswa.

Hal di atas menandakan masih rusaknya moral remaja bangsa ini. Mungkin diantaranya termasuk kita ataupun teman terdekat kita.


So.... jangan heran kalo kita denger teman kita telat haid atau yang lebih naif untuk dibicarakan. Jangan takut juga kalo mungkin ada teman kamu minta tolong buat gugurin sang calon bayi. Karena sekarang tingkat hubungan seksual di kalanggan remaja udah tinggi. Hal ini berbanding lurus dengan tingkat aborsi di tingkat remaja. Lengkap sudah penderitaan kita saat ini. Udah banyak penduduk indonesia, banyak lagi penambahan warga baru oleh remaja