Sabtu, 15 September 2007

Aku Menangis Untuk Negriku 3 Kali

Saat aku pertama dilahirkan dari rahim ibu

Adalah tangisan pertamaku

Saat menyaksikan alam liar yang akan aku jalani selama hidupku

Udara panas seakan menyengat kulitku yang halus dan putih

Membakar jiwa yang akan memulai perjalanan hidup

Perjalanan berliku yang akan aku alami


Aku menangis untuk kedua kalinya

Saat menyaksikan negriku, negri yang makmur

Dengan ribuan orang kelaparan

Di sudut-sudut kota, dan di desa nan sejuk

Perut buncit menghiasi keluguan anak-anak kecil

Saat bermain riang di pinggir kali yang kumuh

Tercemari oleh tangan-tangan penyembah harta

Sungguh ironis, namun inilah potret negriku saat ini


Aku menangis untuk negriku 3 kali

Tangisan yang cukup sedikit

Bila dibandingkan tangisan di luar sana

Tangisan seorang ibu pada anaknya

Tangisan seorang anak yang kelaparan

Serta tangis bayi, lapar dan haus akan arti hidup


Untuk terakhir kalinya aku akan menangis

Di saat aku meninggalkan dunia persinggahan ini

Untuk selama-lamanya

Masih kulihat negriku yang permai tiada berubah

Di tangan penguasa yang haus kedudukan serta kekuasaan

Yang akan mengantar negriku pada negri petaka

Rakyat kecil pada kesengsaraan

Pada strata yang s’makin jelas

0 komentar:

Posting Komentar