Sabtu, 15 September 2007

Setengah Tiang

Hari ini, enam puluh dua tahun sudah kita merdeka

Bebas dari segala belenggu yang selalu menghantui ibuku

Setelah tiga ratus lima puluh tahun

Ibu pertiwi terkurung dalam bui penindasan

Menangis tersedu tersayat-sayat harga dirinya


Kepalaku menoleh ke kiri dan ke kanan, mataku memandang sejauh mata memandang

Ku saksikan kegembiraan bangsaku, seluruh bangsa Indonesia

Gapura-gapura berhias HUT ke-62, umbul-umbul yang terpasang di setiap teras rumah, dan bendera merah-putih menjulang tinggi kokoh menembus angkasa yang angkuh

Hingga tak dapat mataku melihat ruang kosong cerminan kesedihan kebebasan


Ku saksikan pula penguasa duduk di singgasana yang angkuh dan mewah

Para dayang dan abdi mengelilingi dan memuja sang raja sejagad

Gemerlap keriangan, jelas mengisi lubang-lubang kerapuhan

Dengan secangkir arak dan sepiring kue kemunafikan

Menambah sinar keangkuhan tiran


Tirai penindasan kini telah mengurung keadilan dalam negeriku

Negeri Uthopia kini telah berubah menjadi negeri yang tandus

Negeri yang tidak mengenal jati diri

Negeri yang tidak mengenal tujuan hidup


He. . . he. . . he. . .

Aku tertawa menggigit bibirku yang sakit

Perih menyaksikan kehidupan hari ini

Di tengah euforia keriangan masa lalu, hari kita merasakan kemenangan

Masih terdengar keras tangisan bayi merasakan haus dan lapar

Adik-adikku bernyanyi di jalan demi sebuah koin cepek-an

Ibu-ibuku memeras keringat untuk susu bayinya

Kakek-kakekku membanting tulang untuk sesuap kehidupan

Nenek-nenekku menambang rerumputan di pangkuan ibu pertiwi

Demi suatu masa depan yang tidak pasti


He. . . he. . . he. . .

Aku tertawa kembali, tertawa untuk kedua kalinya

Di hari yang keramat ini

Di hari yang suci ini

Di hari kita mengenang kebebasan abadi

Apakah kita harus menaikkan bendera tinggi menembus awan

Ataukah menaikkan bendera setengah tiang, menyaksikan ibu pertiwi yang sedang berduka


= = = = = = = = = = / / / / / = = = = = = = = = =

© ZchelenK ==> 25 Juli 2007

0 komentar:

Posting Komentar