WELCOME to putradaribunda On Line

Terima kasih telah mengunjungi BLOG ini. Blog ini berisikan informasi yang sifatnya membangun dan jauh dari hal-hal berbau pornografi, karena blog ini mempunyai konsep edukasi.

About Me

Contact, personal information, education background, organizational background, working experiences, job skill, computer skill, hobbies.

Jumat, 17 Desember 2010

Download Tutorial ArcGIS: Memotong (crop/clip) Shapefile peta pada ArcGIS 9.x Menggunakan Fasilitasn ArcToolBox

Nah…  Sekarang kita lanjutkan utak-atik ArcGIS 9.x. Kali ini, kita coba untuk memotong peta yang sudah ada. Misalnya saja kita punya peta digitasi lengkap satu provinsi, trus kita hanya butuh 4x3 menit aja, tentunya kita ga’ perlu digitasi ulang… capek deh… Kok kerja dua kali…

Langkah awal sebelum kita memulai memotong peta, adalah mempersiapkan peta yang akan di potong. Hal ini di lakukan untuk memudahkan untuk memotong peta. Masukkan semua “shapefile/feature” pada halaman layer. Seperti “shapefile”nya kontur, ketinggian, sungai, jalan, etc. Don’t forget, batas peta yang akan kita gunakan untuk memotong.

Kali ini kita manfaatkan tools yang udah terinstall langsung bersamaan dengan waktu kita install ArcGIS 9.1. Kita gunakan tools “Arc ToolBox”. Click aja langsung pada icon “Arc ToolBox” nya.

Berikutnya apabila sudah masuk dalam menu Arc ToolBox, akan ada banyak pilihan. Selanjutnya pilih “Analysis Tools => extract  => clip”… Okey… double click pada “clip” nya… akan muncul kembali tampilan toolbox baru.

Selanjutnya akan muncul input features, clip features, output feature class, dan XY tolerance (optional). Pada bagian perlu kita masukkan feature/shapefile yang telah kita siapkan. Isikan pada masing-masing bagian seperti berikut:
  • Input features, masukkan feature atau shapefile yang akan di potong, misalnya kontur
  • Clip features, masukkan feature atau shapefile yang akan di pakai untuk potong (batas pemotongan), misalnya batas peta
  • Output feature class, adalah tempat kita menyimpan hasil feature atau shapefile yang telah di potong. Secara default, penyimpanan akan diletakkan sama dengan directory dimana file feature/shapefile yang akan di potong berada. Namun kita dapat langsung menenpatkan hasil pemotongan pada directory yang telah kita tentukan, dengan cara kita menekan tombol folder yang ada pada bagian ini.
  • Untuk XY tolerance, biarkan saja seperti semula, tak perlu di rubah.

Selanjutnya tekan tombol “OK”, maka ArcGIS akan melakukan proses pemotongan (clip). Apabila proses telah selesai, akan muncul feature/shapefile baru pada halaman layer, itulah hasil feature yang telah selesai di potong.

Akhirnya selesai juga melakukan pemotongan (clip) feature. Lakukan pemotongan feature-feature sesuai dengan langkah yang telah dilakukan.

Download Tutorial ArcGIS: Registrasi (Georeferencing) peta pada arcGIS 9.x

Nah, sekarang waktunya untuk memulai mengerjakan digitasi peta menggunakan ArcGIS. Hal yang  sangat penting dalam digitasi peta adalah melakukan registrasi peta. kenapa hal ini perlu di lakukan? Karena kita perlu memperkenalkan peta yang akan kita buat kepada ArcGIS, karena software ini tidak dapat mengenali koordinat yang ada dipeta yang akan kita kerjakan. Ya bagaimanapun, ArcGIS tetap merupakan suatu tools yang harus di jalankan oleh manusia. Inti paling mendasarnya, kita tetap lebih pintar dari software apapun… hahaha….

OK… 86… Kita lanjutkan proses pendigitasiannya, tak perlu panjang lebar. Peta yang telah di siapkan, masukkan dalam suatu folder yang masih kosong. Ini sekedar tips saja, supaya data yang akan kita buat tidak tercecer kesana-kemari. Udah??? Belum??? Cepetan dikit donk…

Okey… langkah selanjutnya buka ArcGIS, pada shortcut tertulis ArcMap. Setelah terbuka ArcGISnya, pastikan dulu tools “Georeferencing” udah muncul. Kalau belum muncul ya kita munculkan saja. Gitu aja kok repot.

Udah muncul “Georeferencing” kita lanjutkan ke langkah beikutnya… buka “ArcCatalog”

Drag masuk file peta yang akan di registrasi. Apabila muncul teks bar “created pyramids”, pilih”yes”.

Setelah masuk peta ke halaman layer, waktunya kerja registrasi peta.  Pada bagian langkah ini, perlu kita ingat kembali bahwa peta ini mempunyai system geodetik. Oleh karena itu, butuh konversi koordinat peta menjadi decimal.

1 derajad = 60 menit = 3600 detik.

Untuk peta yang di keluarkan oleh Bakosurtanal, pada skala 1:50.000 umumnya setiap peta mempunyai besar 150x150. Oleh karenanya gampang apabila akan melakukan perhitungan menjadi decimal. Namun apabila koordinat yang akan di registrasi sampe detik, ini akan sedikit menyulitkan. Namun ada rumus yang dapat di pakai untuk konversi ke decimal.

Derajad+(menit/60)+(detik/3600).

Perlu di ingat, apabila posisi berada pada selatan khatulistiwa alias berada pada koordinat lintang selatan, maka hasilnya di kali minus 1.

Okey, lanjut…  pilih “add control points”… selanjutnya pilih koordinat yang telah di hitung untuk registrasi (saran saja, untuk registrasi pilih koordinat pada setiap sudut). Klik kiri terlebih dahulu, selanjutnya klik kanan, maka akan muncul pilihan. Pilih "input X and Y" dan akan muncul tampilan seperti gambar di atas pada sebelah kiri. Isikan pada “x” nilai koordinat bujur, dan “y” nilai koordinat lintang.

Apabila keempat sudut koordinat sudah selesai teregistrasi, maka hal terakhir adalah menyimpan data koordinat yang telah di masukkan. Pada georeferencing, selanjutnya pilih “update georeferencing”.

Akhirnya peta telah selesai di registrasi. ‘N sekarang udah dapat melanjutkan proses digitasi…



Tambahan:

Buat cek apa udah bener langkah registrasinya, kita buka aja “Data Frame Properties” pilih general.

Isi map dengan “Desimal Degrees

Display dengan “Degree Minutes Seconds”

Lihat pada tampilan cursor, apakah sudah sesuai dengan daerah yang ada di peta.



Selamat Mencoba

Jumat, 10 Desember 2010

Mengenal Lebih Dekat Software ArcGIS


ArcGIS merupakan software atau perangkat lunak yang dikembangkan oleh ESRI (Environment Science & Research Institute). ArcGIS merupakan salahsatu software yang diperuntukkan GIS. Software ini memiliki dasar informasi geographic yang dapat dilakukan kompilasi dengan data-data geospasial.

Dengan menggunakan software ArcGIS, kita dapat dapat melakukakan analisis terhadap data-data spasial yang diinterpretasikan menggunakan berbagai parameter. Dengan mengenal fasilitas pada arcGIS, kita tidak hanya dapat melakukan registrasi peta (georeferencing) dan melakukan digitasi peta saja, namun lebih banyak lagi informasi yang dapat diperoleh dengan melakukan analisis dengan menggunakan ArcGIS.

Dengan memanfaatkan software ArcGIS, kita bisa memproses dengan menggunakan tools yang telah disiapkan oleh ArcGIS. Beberapa contoh informasi yang diperoleh dengan melakukan analisis dengan menggunakan software ArcGIS antara lain:
- Data informasi geospasial dengan menggunakan basis geodatabase
- Luasan suatu area yang luas (berbagai instansi terkait)
- Distribusi sebaran data ORE (pertambangan)
- Interpretasi 3D suatu wilayah

Pada posting kali ini saya akan hanya menulis gambaran umum mengenai ArcGIS dekstop secara garis besar. Maklumlah, karna membutuhkan sesuap nasi setiap harinya, makanya saya tidak bisa fokus pada hanya menulis tutorial ini. Tapi informasi ini gratis kok, sekalian anggap amalan.

ArcGIS dekstop secara umum terdiri dari 5 dasar aplikasi, yaitu ArcMap, ArcCatalog, ArcToolbox, ArcScene, dan ArcGlobe. Masing-masing memiliki kegunaan yang berbeda-beda, namun masih terkoneksi atau berhubungan dengan baik. Untuk memanfaatkan antara satu aplikasi satu dengan aplikasi lain, maka perlu dipahami dasar masing-masing aplikasi. Saya akan jelaskan berdasarkan bahasa teknis saja, biar cepet paham.

ArcMap
ArcMap merupakan aplikasi yang dipergunakan untuk mengolah data peta. Hal yang dapat dilakukan pada ArcMap cukup banyak. Mulai melakukan georeferencing, digitasi, editing, pengaturan layuot peta (pengaturan warna, simbol, label, estetika peta, dll), sampai melakukan analisis data vector dan spasial (3D analyst, spatial analyst, dll).

ArcCatalog
ArcCatalog merupakan aplikasi yang digunakan untuk pengaturan database dan tata letak pada perangkat keras (laptop atau PC). Contohnya, untuk membuat file shapefile baru, maka kita buatnya pada ArcCatalog.

ArcToolbox
ArcToolbox merupakan aplikasi yang digunakan untuk melakukan beberapa analisis terhadap data vector. Misalnya kita mau melakukan pengaturan maupun conversi proyeksi, melakukan pemotongan data vector, overlay data vector, conversi polyline menjadi polygon. Pokok nya banyak, nanti tutorial nya menyusul yah.

ArcScene
ArcToolbox merupakan aplikasi yang digunakan untuk menampilkan melakukan interpretasi data dalam bentuk 3D.

ArcGlobe
ArcToolbox merupakan aplikasi yang digunakan untuk koneksi ke internet sehingga kita dapat melakukan interpretasi data ArcGIS kita ke dalam gambaran permukaan bumi.

Nah, dapat kan gambaran awal mengenai ArcGIS. Sebenarnya enak banget kita bermain software ArcGIS, seperti maen game. Bahkan lebih seru daripada main game soliter. Dan pastinya ke depan dengan mengetahui dan menjalankan software ini dapat menghasilkan uang. ITULAH INTINYA.

Buat memudahkan dalam menggunakan software ini, teman-teman dapat menambahkan extensi tambahan berupa DNR Garmin, XTools, dan Hawths Toosl (recomended buat geologist yang nantinya bermain di database dan planing drillholes). Nanti kalau ada kesempatan, saya tuliskan tutorial dan saya uploadkan softwarenya. Maaf klo saat ini saya belum sempat.

Kamis, 09 Desember 2010

Selamat Jalan

© duta_ZchelenK ==>8 Juli 2008



Sobatku…

Dimana engkau berada kini Kemana engkau akan melangkah Sobatku…

Engkau pergi entah kemana Jauh meninggalkan aku sendiri Entah sampai kapan engkau akan pergi Aku rindu…

Aku rindu…

“Tai lasso ko Adit”

“Tai sapi ko Adit”

Aku rindu…

Kemana perginya suara sumbang itu Kemana harus aku cari suara sumbang itu



(untukmu, “LIMONITE 04”)

Sabtu, 03 April 2010

ILMU GEOLOGI dan CABANG ILMU yang berkaitan

Studi geologi adalah suatu studi yang sangat kompleks dan sangat bervariasi. Namun demikian sangat menarik dan menyenangkan bagi para ahli geologi. Setiap persoalan yang timbul di alam dapat diselesaikan atau diterangkan dari berbagai aspek pendekatan, yaitu dari aspek mana persoalan tersebut ditinjau. Berhubung dengan itu maka para ahli geologi perlu dibekali dengan berbagai ilmu pengetahuan dasar yang kuat terutama ilmu kimia, ilmu fisika, ilmu matematika, pengetahuan teknik, metoda-metoda baru, analisis data dan teori-teori yang diperlukan.

Dengan bantuan ilmu pengetahuan dasar dan ilmu teknik tersebut seorang ahli geologi harus dapat memikirkan dan menganalisa sesuatu persoalan yang terjadi di alam yang selanjutnya harus dapat merumuskan hasil pemikirannya dalam suatu bentuk interpretasi yang cukup beralasan dan logis. Sebagai contoh, terjadi ledakan (letusan) gunung berapi yang dahsyat. Hal ini disebabkan adanya proses kimiawi tertentu dari magma dan adanya perubahan fisika dari kerak bumi sehingga menimbulkan tekanan dan gaya yang dahsyat di suatu tempat. Peristiwa ini dapat diselidiki dengan mempergunakan serangkaian ilmu-ilmu kimia, fisika dan matematika, yang selanjutnya dengan mempergunakan metoda dan teknik tertentu seorang ahli geologi dapat memperkirakan atau meramalkan tentang terjadinya ledakan gunung api tersebut. Dan berdasarkan statistik dari hasil-hasil analisa dan interpretasi tadi, seorang ahli geologi (ahli volcanologi) selanjutnya akan dapat meramalkan, kapan, dan dalam kondisi apa suatu gunung berapi akan meletus. Dan bahkan dengan pertolongan ilmu matematika dapat diperhitungkan kedahsyatan dari suatu ledakan yang akan dating, dan dapat diramalkan besar kecilnya bahaya yang mungkin timbul.

Masih banyak contoh-contoh lain yang sangat penting dalam mengaplikasikan ilmu dasar tadi di dalam imu geologi seperti : pencaria jebakan mineral, penambangan suatu bahan galian, mencari dan memproduksi minyak dan gas bumi, pembuatan terowongan, pembuatan bendungan besar, pemilihan tempat jalan, jembatan, pemilihan tempat industri besar bahkan pembuatan masterplan perkotaan, dan lain sebagainya. Dari contoh ini nampak aplikasi ilmu pengetahuan geologi dengan pembekalan ilmu pengetahuan dasar yang mendalam akan sangat luas dan mempunyai lapangan penyelidikan yang tidak terbatas.

Dalam penjurusan observasi ilmu geologi sesuai dengan aplikasi dan objek penyelidikannya dikenal beberapa dari ilmu geologi, yaitu :



  1. Geologi Fisik (physical geology) yang juga disebut geologi dinamik (dynamical geology) terarah dan terkonsentrasi pada penyelidikan proses fisika (physical process) yaitu gerakan dan gaya yang berlangsung di atas dan di bawah bumi, dan proses pembentukan batuan pembentuk kulit bumi termasuk komposisi, struktur dan gaya yang membentuk paparan atau landscape, gunung-gunung dan pegunungan seperti yang kita lihat sekarang.

  2. Mineralogy (mineralogy) ialah ilmu geologi yang mempelajari tentang mineral, yang dipelajari terutama tentang fisiknya, komposisi kimianya, bentuk dan sifat hablur, perubahan-perubahannya dan cara terjadinya (genesa).

  3. Petrologi (petrology) ialah ilmu geologi yang mempelajari tentang batuan. Pembelajaran ditekankan kepada komposisi (kimiawi dan komposisi mineralogy), sifat batuan (fisika dan sifat kimia), proses terjadinya batuan, asal usulnya dan sejarah pembentukannya.

  4. Geodesi (geodesy) ialah ilmu geologi yang mempelajari relief muka bumi (topografi) dengan cara mengadakan pengukuran-pengukuran sehingga dapat diketahui bentuk dan ukuran bumi ataupun bahagian kulit bumi. Dengan teknik-teknik modern pelaksanaan pekerjaan ini telah dilakukan dengan pemotretan dari udara (hasil pemotretan disebut fotoudara) dan bahkan sekarang dengan perantaraan satelit yang hasilnya disebut SLAR.

  5. Geologi Struktur (structural geology) ialah ilmu geologi yang mempelajari struktur batuan (makro maupun mikro yang terlihat dipermukaan bumi) dalam hubungan dengan gaya yang membentuknya. Dari pemelajaran ini diberikan interpretasi tentang keadaan ataupun perkembangan struktur tersebut kebagian dalam dari kulit bumi, proses pembentukan struktur tersebut termasuk arah dan besar gaya yang menyebabkannya. Pemelajaran yang lebih mendalam saat ini dilakukan atas bantuan data-data geofisika antara lain data seismic, data gravity dan data magnetic. Hal ini disebabkan data geofisika dapat merekam lebih dalam dan menghasilkan keadaan struktur yang lebih jauh di dalam kulit bumi.

  6. Geomorfologi (geomorphology = the study of land forms) merupakan cabang ilmu geologi yang mempelajari bentuk daratan muka bumi. Pemelajaran ini sangat erat hubungannya dengan perbatuan (petrology), struktur (structural-geology) dan iklim suatu daerah (climatology). Sehubungan dengan itu hasil observasi dan interpretasi sangat dikaitkan dengan sifat-sifat yang dapat direfleksikan oleh perbuatan ataupun struktur dalam hubungannya dengan pelapukan dan erosi.

  7. Geologi Sejarah (historical geology) merupakan cabang geologi yang mempelajari sejarah kejadian-kejadian di bumi. Pemelajaran terutama didasarkan kepada catatan/pertanda yang pernah terjadi merupakan data alami. Pengetahuan ini sangat erat dengan ilmu Paleontologi, meliputi sejarah sedimentasi dan sejarah tektonik.

  8. Paleontologi (paleontology) ialah cabang ilmu geologi yang mempelajari peninggalan/sisa penghidupan masa lampau baik yang berasal dari hewan ataupun tumbuhan yang terdapat di dalam batuan, dan bukti perkembangan yang berangsur dari penghidupan sepanjang era atau kurun waktu geologi (eras of geology time).

  9. Geologi Ekonomi (economic geology) terutama mempelajari cara terjadinya dan asal usul serta penyebaran segala sesuatu material yang berguna bagi manusia. Sebagai contoh; pemelajaran tentang endapan mineral logam, batubara, minya dsb. Ilmu pengetahuan ini sangat erat hubungannya dengan geologi tambang.

  10. Geologi Tambang (mining geology) terutama mempelajari aspek geologi yang berhubungan erat denga cara penambangan suatu mineral. Dalam hal ini pemelajaran ditekankan kepada aspek penyebaran mineral tersebut, perbatuan, struktur dan topografi.

  11. Geologi Minyak (petroleum geology) merupakan bahagian ilmu geologi yang pemelajarannya terkonsentrasi kepada minyak dan gas bumi terutama tentang ; asal-usulnya, cara terjadinya, cara penyebarannya, cara menemukannya dan cara memproduksinya secara ekonomis.

  12. Stratigrafi (stratigraphy) merupakan cabang dari ilmu geologi yang mempelajari tentang urut-urutan perlapisan batuan dan proses-proses sepanjang sejarah pembentukan perlapisan batuan tersebut.

Termasuk didalamnya adalah :

-          Geokhronologi, ilmu yang mempelajari/berhubungan dengan penentuan umur batuan dan skala waktu geologi.

-          Paleogeografi, ilmu yang mempelajari tentang geografi atau lingkungan pembentukan batuan tersebut pada umur geologi sebelumnya.

Jumat, 08 Februari 2008

Globalisasi ???

Ø Globalisasi, Apa sich ???

Globalisasi merupakan era pasar bebas.[1]. Sedangkan menurut definisi Bank Dunia, globalisasi adalah proses integrasi ekonomi dan masyarakat melalui arus informasi, ide, aktivitas, teknologi, barang, jasa, modal, dan manusia antarnegara.[2]

Globalisasi adalah perluasan hubungan ekonomi diantara negara–negara yang berbeda dalam membuat sebuah tatanan ekonomi dunia yang didalamnya terdapat ketergantungan satu sama lain di setiap bidang perekonomian nasionalnya. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan yang saling terikat antara negara yang satu dengan negara yang lain, maka diperlukan adanya pertukaran hasil-hasil produksi dari satu negara dengan negara lain. Oleh karenanya diadakan kebijakan-kebijakan untuk mempermudah dalam aktivitas-aktivitas tersebut.

Suatu hubungan antarnegara ini menjadikan suatu sistem yang cukup penting dalam melakukan pertukaran-pertukaran hasil produksi. Hasil produksi dari suatu negara yang surplus dapat didistribusikan ke negara lain yang mengalami minus ataupun sebaliknya. Hasil-hasil produksi ini dapat meliputi hasil produksi pabrik (elektronik, komputer, tekstil, mobil, etc), hasil produksi alam (beras, minyak bumi, batubara, kelapa sawit, ikan/daging, etc), ataupun modal.


Ø Gimana Model Pergerakan Globalisasi ini

Sistem “Globalisasi” ini ada kemiripan dengan sistem “Barter[3]” yang diterapkan oleh orang-orang pada zaman dahulu. Pada suatu negara yang mengalami surplus hasil produksi akan mencari negara yang dapat mencukupi minus pada negara tersebut untuk dilakukan kerjasama. Sebagai contoh saja, Rusia mempunyai persenjataan yang cukup canggih, namun negara ini mengalami minus beras. Sedangkan Indonesia dapat memenuhi kebutuhan beras yang ada di Rusia. Maka dilakukanlah kerjasama antara Rusia-Indonesia dengan melakukan barter antara “Pesawat=Beras”.

Pada hakekatnya, sistem globalisasi ini sangat menguntungkan. Namun pada pelaksanaannya, terjadi banyak ketimpangan serta banyak pihak yang memanfaatkan pengadaannya. Pertukaran yang kurang merata atas pemilik modal sangat mencolok dalam sistem ini. Dimana suatu negara yang mempunyai modal yang tinggi dapat menguasai serta menyetir (memobilisasi) arah gerak daripada sistem ini. Negara multinasional serta negara-negara berat cukup menguasai ekonomi dunia. Dan sangat jelas akibat yang muncul, mereka dapat menguasa perekonomian dunia yang mana kalangan negara multinasional serta negara-negara barat dapat bermain dalam sistem harga internasional.

Dengan adanya globalisasi, negara-negara multinasional maupun negara-negara barat dapat menggunakan tenaga kerja/buruh dari negara lain (negara berkembang maupun miskin) dengan gaji yang rendah. Hal ini bisa saja terjadi, karena kebutuhan ekonomi yang tinggi. Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi negara-negara maju.

Tak bisa dipungkiri pula, negara sistem ekonomi kapital (modal) sangat berperan dalam adanya Globalisasi ini. Sejak awal dengang-dengung Globalisasi, telah dirancang segala persiapan yang mendukung. Lembaga-lembaga ekonomi (WTO, G8, IMF, dan Bank Dunia) yang pada awalnya didirikan untuk membantu kesulitan suatu negara, khususnya negara berkembang maupun negara miskin. Tapi pada kenyataannya, lembaga-lembaga ini justru menjerumuskan negara berkembang dan negara miskin semakin tenggelam. Semisal resep IMF dengan memberikan pinjaman pada suatu negara-negara berkembang, dimana secara tidak langsung, IMF ikut menentukan kebijakan pada suatu negara. Dengan tirai pengawasan terhadap dana yang telah dipinjamkan, mereka ikut menyetir kebijakan suatu negara.


Ø Pengaruh Globalisasi di Dunia

Secara global, dapat kita rasakan dampak-dampak yang terjadi akibat globalisasi ini. Dengan pemberian pinjaman kepada negara-negara berkembang, dimana suatu negara yang sedang dilanda oleh krisis, IMF menggunakan kebijakannya untuk membawa suatu negara pada dunia pasar bebas yang syarat akan liberalisme.

Resep IMF dan World Bank kepada negara-negara berkembang untuk bisa berpartisipasi dalam dan memetik untung dari integrasi global adalah privatisasi, liberalisasi pasar modal, penentuan harga yang murni berdasarkan kekuatan pasar, serta pengentasan kemiskinan. Keempat tahap ini dijadikan paket standar oleh IMF/Bank Dunia setiap kali memberi asistensi kepada negara-negara yang membutuhkan.[4]

Pengaruh pasar bebas ini, juga terjadi pada bangsa Indonesia, negeri yang merupakan salah satu negara peminjam IMF ini.


Ø Klo Indonesia, Siap ga’ trima tamu Spesial ini

Bagaimana menanggapi datangnya Globalisasi? Secara nyata kondisi Indonesia saat ini kurang siap, bahkan bisa dibilang belum siap. Kondisi negeri ini sendiri yang masih kacau belum bisa diatasi dengan baik.

Bencana banyak melanda bangsa Indonesia dalam 5 tahun terakhir ini. Mulai dari bencana Tsunami Aceh di penghujung tahun 2004, diikuti bencana di Nias, Jogyakarta, G. Merapi, G. Kelud,dll merupakan salah-satu sederetan bencana yang menghantam bangsa ini. Belum usai permasalah ganti rugi ”Lumpur Lapindo” di kota Sidoarjo, sekarang dikejutkan oleh cuaca buruk yang melanda hampir seluruh negeri ini. Banjir akibat curah hujan yang tinggi, angin puting beliung, tanah longsor dan gelombang pasang, yang secara bertubi-tubi melanda negeri ini.

Angka kemiskinan di Indonesia bisa terbilang besar. Lebih dari 50% penduduk indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Hal utama yang menjadi permasalahan adalah masih kurang lapangan kerja yang tersedia. Masyarakat Indonesia masih banyak yang berstatus sebagai pengangguran. Angka pengangguranpun terbilang tinggi.

Dalam hal pendidikan nasional, tidak jauh beda dan hampir selaras dengan kondisi di atas. Masih banyak masyarakat indonesia yang belum mampu mengenyam pendidikan dengan wajar. Bahkan program pendidikan 9 tahun yang telah diprogramkan hanya merupakan pemanis bibir saat berkampanye saja. Masih terpenjarakannya hak warga negara untuk bersekolah yang bertentangan dengan salah satu tujuan dari bangsa ini yaitu ”mencerdaskan kehidupan bangsa”[5]. Program BHP semakin mencederai landasan dasar bangsa ini. Hal ini akan memunculkan asumsi bahwa yang berduit yang akan mampu mengenyam pendidikan.

Melihat kondisi ekonomi pasca krisis moneter (krismon) 10 tahun lalu, Indonesia seakan belum mampu bangun dari keterpurukan. Perekonomian Indonesia masih belum stabil sepenuhnya. Aset negara banyak yang dijual guna menutupi APBN, serta banyaknya industri kecil yang gulung-tikar (bangkrut). Keterikatan bangsa ini terhadap lembaga-lembaga ekonomi dunia menyebabkan bangsa ini terlambat untuk bangun. Kekurangberanian dalam mengeluarkan kebijakan karena adanya tekanan terhadap negeri ini. Hal ini sudah menjadi rahasia umum yang tidak perlu lagi dipertanyakan.

Indonesia sekarang mirip singa dalam kurungan, hanya mampu berjalan kanan-kiri tanpa mampu keluar dari kurungan. Sekeras dan sekuat apapun raungannya, tetap tidak mampu keluar. Apabila di beri makan, langsung terdiam dan lupa akan kerasnya raungannya.

Dengan masuknya globalisasi di Indonesia, akan semakin membunuh bangsa ini. Masyarakat akan semakin menderita dan hanya akan menjadi budak, susah untuk menjadi juragan di negeri sendiri. Investor dari luar akan mudah masuk dan akan menguasai semua sektor ekonomi yang ada di Indonesia. Barang-barang dari negara lain akan masuk tanpa bisa dikontrol oleh pemerintah, sedangkan barang hasil industri dalam negeri akan menjadi nomor ke sekian. Hal ini akan membunuh industri dalam negeri dan kita akan menjadi penonton setia lakaknya penonton sinetron di televisi.

Globalisasi akan menjadi momok yang lebih menyeramkan dibanding film Jailangkung ataupun yang sejenisnya. Hal ini akan menjadi malapetaka yang susah bagi kita untuk keluar dari kondisi ini. Di saat tujuan bangsa ini tidak mampu terlaksana, Demokrasi Pancasila bukan lagi menjadi landasan dasar bangsa ini, di saat masyarakat Indonesia akan menjadi pemeran figuran di negeri tempat dilahirkannya....








[1] Arianto Patunru, Media Indonesia, 20 Desember 2002



[2] Stern, 2000



[3] Sistem tukar menukar (masa primitif)



[4] Artikel: “Globalisasi” Oleh Arianto A. Patunru



[5] Pembukaan UUD’45 alenia 4


Kamis, 27 September 2007

Kehidupan Remaja Di Ambang Bahaya

Manusia = binatang? Apakah itu mungkin? Hal ini mungkin saja terjadi. Walaupun secara teori-teori yang ada ini tak mungkin, namun secara realita (nyatanya bqt…) hal ini telah terjadi. Kenyataan yang terjadi sampai saat ini (2007), banyak banget fakta yang bilang “Manusia lebih rendah perilaku sosialnya daripada binatang”. Bahkan sifat manusia sekarang tidak lebih baik dari binatang alias liar.


Gimana hal ini bisa terjadi? Padahal secara derajad, manusia lebih beradap dari binatang. Pantaskah kita menyangkal kenyataan saat ini? Analogi yang paling simpel itu mungkin aja ada di sekitar kita, buat apa cari analogi yang jauh-jauh he….


Pernah dengar si Bechy? Si kucing imut yang ada di kostku? Pastinya belum pernah denger kan (kecuali temen-2ku yang biasa ke kost, itu lho yang warna putih abu-2, kayak anak SMA *ZK). Secara tak sengaja aku melihat ibunya (bahasa kerennya itu “Sang Induk”) mencarinya saat malam hari. Sepertinya gelisah saat mencari si Bechy. Saat itu si Bechy sedang bersamaku. Ibunya dengan sabarnya menunggu di depan pintu. Pernah juga aku memandikan si bechy di kamar mandi (taukan gimana kalo kucing di kasih mandi, me-ngeong gak karuan –Sorry gak bisa terjemahkan bahasanya- *ZK). Saat aku keluar, ibunya udah ada di depan pintu. Sifat keibuan yang masih mengkhawatirkan anaknya HEBAT...........


T’rus gimana yang terjadi dengan manusia sendiri (Aku, Kamu, Dia, Mereka, dll *ZK)? Lewat siaran media informasi (anggaplah aja media elektronik, media cetak serta media-media lain yang gak bisa ku sebutin satu-persatu) banyak terjadi kekerasan yang terjadi oleh orang tuanya. Baik kekerasan rumah tangganya sendiri maupun pada rumah tangga orang lain. Yang kayak gimana ya? Anggap aja culik anak orang, trus di bunuh secara mutilasi (dipotong-potong bagian tubuhnya) heee…eem See…reee…..em. Yang menjadi persoalan yang mengiris hati itu pembunuhan orang tua pada anaknya yang belum sempet lahir (anggaplah aborsi lah). Kok tega ya orang tua bunuh anaknya sendiri? Perasaan seumur hidup belum pernah aku denger kucing bunuh anaknya sendiri!!! Tapi ada kok binatang yang makan anaknya sendiri, kayak buaya. Tapi masalahnya kan ini soal kucing he… ga perlu dipikir soal buaya dech.


Kebanyakan sekarang ini, kasus aborsi banyak menimpa remaja. Kenapa yach…? TANYA KENAPA!!! Atau lagi musim berbuah he... mangga kale. Itupun nggak juga.


Mungkin aja karena pergaulan remaja masa kini yang cenderung bebas? Yach itu jawabnya. Kehidupan remaja sekarang telah jauh dari norma-norma yang ada dari nenek-moyang. Remaja banyak yang terbelenggu oleh kehidupan yang secara nyata telah berubah, kehidupan kini yang merupakan suatu permainan akhlak.


Di kota-kota besar (tapi jujur aja, sebenarnya sampe daerah-daerah pelosok kok, so... jangan marah ya klo daerahnya gak kesebut) seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Makassar, Balikpapan, banyak banget terjadi penyimpangan moral di kalangan remaja. Bukan hanya itu saja, yang sangat ironis terjadi pada daerah pusat pendidikan yang seharusnya sebagai pusat pabrik intelektual justru banyak terjadi pemerkosaan moral secara besar-besaran. Buku “sex in the kost” mengungkapkan bahwa 97,5% mahasiswi Yogyakarta hilang kegadisannya.

Hal ini terbukti banyaknya remaja terpelajar justru terjerumus pada kondisi seperti ini. Pada daerah yang kurang dari pengawasan orang tua (contoh aja yach, 1.Aku lagi kuliah, 2.Adekku lagi sekolah di luar daerah) remaja cenderung bersifat liar. Metode yang di pake untuk mencurahkan kasih sayang - kayak pacaran – sudah memakai metode yang berkembang saat ini. Hubungan yang seharusnya dilakukan setelah nikah, justru dilakukan lebih dahulu. ”kenthu dhisik, lagi rabi” (kawin dulu, baru nikah *ZK), itu kata yang lagi nge-tren sekarang ini, atau seperti yang dibilang Jamrud ”Bersenang-senang dahulu Bersakit-sakit kemudian” (sorry mas Aziz salah ketik nih). Hubungan seksual di kalangan remaja sudah menjadi suatu wacana yang umum di kalangan remaja itu sendiri, enggak ada tabu lagi kalo mau ucapin ”tii........ttttt yuk, tii........ttttt yuk, tii........ttttt tii........ttttt donk”.


Pada suasana yang lebih gemerlap lagi, kita kenal yang namanya seks instan, faster packet, atau istilah-istilah lainnya. ”Enggak perlu kita kenal, ”asal happy” itupun juga ada. Hubungan seksual ini enggak perlu kita lakuin sama orang yang kita kenal. Kelakuan yang belum seharusnya dilakukan, justru menjadi permainan yang kini udah se-level playstation. Woo...uuu...wooo.


Intip Kanan Kiri

Sekarang kita lihat di sekitar kita (kali ini bukan kucing lagi, tapi betul-2 manusia yang kurang beradap). Kita yang hidup di kalangan akademik, suasana intelektual pastinya dapat merasakan hal itu.


Pertama, beredarnya film porno secara bebas. Hampir di setiap komputer remaja (kebanyakan mahasiswa *ZK) selalu ada film porno. Situs-2 di internet yang menyajikan film-2 porno udah bukan lagi menjadi rahasia (Sorry aku ngga’ tulis alamatnya, entar kamu download di warnet terdekat he... *ZK), so sangat mudah buat dapet film-2 kayak gituan. Yang sungguh ironis, konsumen sekarang bukan hanya saja dari kalangan cowoknya, tapi cewek juga banyak yang gemar nonton film begituan. Hal ini secara langsung merangsang dan membuat penasaran tiap remaja untuk melakukan adegan seperti di dalam film tersebut.


Kedua, kita yang kini hidup jauh dari BONYOK (Bokap-Nyokap *ZK), seakan bebas berbuat apapun. Mau ini-itu udah ngga’ ada yang di takutin, biarpun mau jungkir balik, BONYOK juga ngga’ bakalan tau, so....... nyante aja dech, MUMPUNG!!!. Mau pacaran sampe telanjang, mau mabok sampe mutah pokoknya free aja (dari atas kan kita bahas masalah cowok-cewek, so ngga’ perlu pikir masalah mabok dulu *ZK).


Ketiga, model pacaran yang udah berubah ngikutin zaman. Pasmudadi (Pasangan Muda-Mudi *ZK) ala kost-2an emang beda cara pacarannya. ”Ngapel sore pulang malem menjelang pagi atau mungkin sampe’ pagi alias Nginep”, beda banget semasa sekolah (SD, SMP, SMA *ZK) jam 22.00, mata BONYOK udah ngga’ karuan. Kebanyakan remaja sekarang juga banyak yang nge-sex pra nikah. Karena kan lagi nge-trend. Bahkan dari SMA, aku udah nge-denger istilah ”Pacaran kok kampanye terus, kapan nyoblosnya”, bahasa motivasi yang salah. RUSAK...RUSAK...#$! #@^$@.


Zo... Apa yang terjadi ???


Remaja sekarang kebanyakan mau tahu enaknya aja tanpa mikirin sakitnya di belakang. Mereka cenderung buta oleh silaunya nafsu yang sungguh mengasikkan. Dan ironisnya, mereka sangat menikmati hal ini, dan bahkan dijadikan aktivitas yang dianggap tidak melanggar norma.


Akibat dari hubungan yang bebas, banyak remaja yang hamil di luar pernikahan. Sebanyak 60 persen aborsi yang terjadi di Indonesia dilakukan oleh remaja. kasus aborsi dilakukan karena alasan-alasan yang sifatnya untuk kepentingan diri sendiri seperti hamil pada pra nikah, takut tidak mampu membiayai, takut dikucilkan, malu atau gengsi. Di Indonesia, dari 2,5 juta kasus aborsi, dimana 1,5 juta di antaranya adalah aborsi yang dilakukan remaja.



”Tidak cukup sampai di situ, tentunya perilaku tersebut berkembang pada permasalahan lain, seperti HIV/AIDS dan aborsi. Ternyata HIV/AIDS tidak hanya menjangkit para pekerja seks komersial (PSK) saja, tetapi juga kalangan remaja, baik pelajar maupun mahasiswa.
Yayasan AIDS Indonesia (YAI) mengungkapkan bahwa 50% pengidap HIV/AIDS adalah usia produktif (15-29 tahun). Dipertegas dengan catatan Departemen Kesehatan (2006) bahwa sebagian besar pengidap HIV/AIDS adalah mahasiswa.

Hal di atas menandakan masih rusaknya moral remaja bangsa ini. Mungkin diantaranya termasuk kita ataupun teman terdekat kita.


So.... jangan heran kalo kita denger teman kita telat haid atau yang lebih naif untuk dibicarakan. Jangan takut juga kalo mungkin ada teman kamu minta tolong buat gugurin sang calon bayi. Karena sekarang tingkat hubungan seksual di kalanggan remaja udah tinggi. Hal ini berbanding lurus dengan tingkat aborsi di tingkat remaja. Lengkap sudah penderitaan kita saat ini. Udah banyak penduduk indonesia, banyak lagi penambahan warga baru oleh remaja